FINANSIALTODAY.COM — Erick menegaskan bahwa pendanaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang telah berjalan harus sejalan dengan sasaran yang terukur dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Hal ini dinilai krusial untuk memastikan setiap cabor tidak hanya sekadar berpartisipasi, tetapi punya ambisi yang bisa dievaluasi.
“Tentu saya apresiasi terhadap Chef de Mission, Pak Todo. Seluruh pendanaan yang diberikan Kemenpora bisa terjamin dan KOI juga bisa memastikan para cabang olahraga punya target-target,” kata Erick, Sabtu (29/8) malam.
Debut MMA di Asian Games dan Perjuangan Jadwal Keberangkatan
Perhatian khusus tertuju pada cabang olahraga mixed martial arts (MMA) yang akan menjalani debut di pesta olahraga antarnegara Asia ini. Tim MMA Indonesia dijadwalkan bertanding pada 20 September 2026, hanya sehari setelah jadwal keberangkatan awal yang ditetapkan pada 19 September.
Pelatih tim MMA Indonesia, Agung Maulana, mengapresiasi intervensi tim Chef de Mission yang membantu mempercepat jadwal penerbangan atlet ke Jepang. Menurutnya, selisih waktu tersebut sangat krusial untuk pemulihan kondisi fisik atlet sebelum bertanding.
“Kami itu tanding 20 September, sebelumnya kami berangkat 19 September, jadi hampir tidak ada waktu istirahat. Tapi berkat jajaran CdM dan tim, kami bisa berangkat lebih cepat,” ujar Agung.
Lima Gelombang Keberangkatan dan Persiapan Jelang Pembukaan
Chef de Mission Tim Indonesia, Todotua Pasaribu, menjelaskan bahwa pemberangkatan awal memang diperlukan bagi sejumlah cabor. Pasalnya, beberapa nomor pertandingan akan dimulai sebelum upacara pembukaan resmi Asian Games yang berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.
“Ya memang ada yang berangkat duluan karena pertandingan mereka juga jalan sebelum pembukaan,” ucap Todotua.
Selain target prestasi, Erick Thohir juga menyoroti pentingnya pelayanan maksimal bagi atlet, pelatih, dan ofisial selama berada di Jepang. Kondisi terbaik atlet saat bertanding menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, menilai persiapan yang dilakukan oleh Todotua Pasaribu bersama jajarannya sudah sangat matang. Ia menyebut seluruh aspek koordinasi, baik di dalam negeri maupun di Jepang, telah dirapikan.
“Persiapan yang dilakukan sudah sangat maksimal oleh CdM dan tim yang luar biasa. Tinggal 21 hari kami menunggu kejutan yang akan datang di Asian Games Aichi-Nagoya,” ujar Okto.
Total kontingen Indonesia yang akan diberangkatkan ke Aichi-Nagoya mencapai 580 orang, terdiri dari 432 atlet dari 35 cabang olahraga serta 148 pelatih dan ofisial. Seluruhnya akan diberangkatkan dalam lima gelombang menuju lokasi pertandingan.