Istri Eks Menkeu Mar'ie Muhammad Jual Nasi Bungkus Rp 1.000 untuk Mahasiswa

Istri Eks Menkeu Mar'ie Muhammad Jual Nasi Bungkus Rp 1.000 untuk Mahasiswa

FINANSIALTODAY.COM — Warung nasi bungkus di Kampus Universitas Indonesia Depok dan IKIP Jakarta (kini UNJ) menjual seporsi nasi ayam goreng, sayur, dan air mineral hanya Rp 1.000 pada akhir 1998. Harga itu jauh di bawah warung umum yang saat itu mencapai Rp 5.000 per porsi. Di baliknya ada Etty Mar'ie Muhammad, istri Menteri Keuangan ke-18 Mar'ie Muhammad, yang membuka warung melalui Yayasan Permata Sari untuk membantu mahasiswa yang terjerat kesulitan ekonomi pasca krisis.

Mar'ie Muhammad mengakhiri jabatannya sebagai Menteri Keuangan pada 16 Maret 1998. Presiden Soeharto membentuk Kabinet Pembangunan VII dan menunjuk Fuad Bawazier sebagai Menteri Keuangan ke-19.

Pergantian itu menutup perjalanan Mar'ie di Kementerian Keuangan. Ia menjabat sejak 1993, setelah puluhan tahun berkarier sebagai pegawai negeri.

Dari Kursi Menkeu ke Dapur Umum Kemanusiaan

Setelah tak lagi menjabat, Mar'ie bergabung dengan sejumlah teman dan pengusaha dalam Komite Kemanusiaan Indonesia (KKI). Dari situ ia ikut mengurus distribusi nasi bungkus untuk mahasiswa yang berdemonstrasi di Senayan dan masyarakat yang kesulitan ekonomi.

"Setiap hari, kami menyiapkan seratus nasi bungkus, pernah sampai hampir seribu bungkus karena Bapak tidak pernah lupa pada orang-orang di sekitar kami, termasuk tukang bajaj di belakang kantor. Waktu itu, kan, semua orang sedang kesusahan," ujar asisten pribadi Mar'ie, dikutip dari autobiografi Mr. Clean Mar'ie Muhammad (2025).

Mar'ie juga membagikan nasi bungkus secara gratis. Kegiatan itu berjalan di tengah tekanan ekonomi yang membuat banyak keluarga kehilangan penghasilan.

Warung Rp 1.000 dan 150 Bungkus per Hari

Pada akhir 1998, Etty Mar'ie Muhammad melalui Yayasan Permata Sari membuka warung nasi bungkus di Kampus UI Depok dan IKIP Jakarta. Yayasan yang diketuai Etty itu bergerak di bidang sosial.

Warung tersebut menyasar mahasiswa yang terlilit masalah ekonomi setelah krisis. Satu bungkus berisi ayam goreng, sayur, dan air mineral dijual Rp 1.000.

Total 150 bungkus nasi dijual setiap hari. Selisih harga dengan warung umum yang mencapai Rp 5.000 per porsi menunjukkan besarnya subsidi yang ditanggung yayasan.

Jejak Setelah Lengser dari Kabinet

Mar'ie mengungkapkan pengalamannya itu dalam autobiografi Mr. Clean Mar'ie Muhammad yang terbit 2025. Buku tersebut mencatat aktivitasnya setelah meninggalkan kursi menteri.

Ia aktif di Palang Merah Indonesia (PMI), kegiatan dakwah, hingga mendirikan lembaga antikorupsi. Kiprah Mar'ie Muhammad berakhir pada 11 Desember 2016 karena meninggal dunia.

Kisah Etty dan Mar'ie menjadi catatan tersendiri soal bagaimana pejabat negara menutup karier publiknya. Bagi mahasiswa UI dan IKIP Jakarta saat itu, warung Rp 1.000 menjadi penyangga hidup di tengah krisis.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index