Shin Tae-yong Kini Rasakan Level Liga Indonesia dari Persija, Bukan Cuma Timnas

Shin Tae-yong Kini Rasakan Level Liga Indonesia dari Persija, Bukan Cuma Timnas

FINANSIALTODAY.COM — Penilaian itu disampaikan Shin di sela-sela konferensi pers BRI Super League 2026/2027 di Jakarta, Selasa (1/9/2026). Di hadapan Ketua Umum PSSI Erick Thohir, pelatih berusia 55 tahun itu menyebut pengalamannya menukangi skuad Garuda memberinya modal besar untuk membaca perkembangan sepak bola nasional.

“Selama 5 tahun melatih timnas, saya sudah memberikan yang terbaik dan saya pribadi bangga karena sepak bola Indonesia bisa naik satu tingkat,” kata Shin.

Kesempatan Baru dari Persija Jakarta

Bagi Shin, penilaian itu tidak hanya bertumpu pada catatan Timnas. Kepindahannya ke Persija membuka sudut pandang yang sebelumnya tidak ia dapatkan saat fokus penuh ke tim nasional. Ia kini berhadapan langsung dengan klub-klub lain dan atmosfer kompetisi yang berbeda.

Salah satu momen penting adalah penampilan Macan Kemayoran di Piala Presiden 2026. Dari ajang pramusim itu, Shin mengaku melihat langsung peningkatan kualitas liga domestik yang selama ini hanya ia amati dari luar.

Level Kompetisi Domestik Ikut Naik

Shin membandingkan kondisinya ketika masih berkonsentrasi penuh menangani Timnas Indonesia dengan sekarang yang terjun langsung ke kompetisi internal. Hasilnya, ia menilai persaingan di liga juga mengalami eskalasi.

“Saat saya membandingkan ketika masih jadi pelatih timnas dengan sekarang setelah masuk ke Liga Indonesia dan mengalami langsung ajang seperti Piala Presiden, saya merasa level liganya sendiri juga sudah naik satu tingkat,” ujarnya.

Perkembangan ini membuat Shin sadar bahwa kemajuan tidak hanya terjadi di level tim nasional. Kompetisi domestik dinilainya semakin kompetitif, sehingga setiap klub harus bekerja ekstra untuk meraih hasil terbaik.

Fokus Penuh untuk Macan Kemayoran

Konsekuensinya, Shin bertekad memberikan perhatian yang sama besarnya kepada Persija seperti saat ia memimpin Timnas. Perjalanan panjang BRI Super League 2026/2027 menuntut persiapan serius, terutama dengan persaingan yang semakin ketat.

“Oleh karena itu, saya berpikir bahwa saya harus bekerja keras dan fokus di liga seperti saat melatih timnas dulu, agar liga kita bisa semakin berkembang dan membuahkan hasil yang baik,” pungkasnya.

Dengan pengalaman dari dua sisi tersebut, Shin kini melihat sepak bola Indonesia secara lebih menyeluruh. Perkembangan Timnas dan naiknya level kompetisi domestik menjadi modal yang harus dijaga melalui kerja keras klub, pemain, dan seluruh elemen sepak bola nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index