Tesla FSD Dijanjikan Bisa Hindari Lubang Jalan, Padahal Janji Itu Sudah Ada Sejak 2019

Tesla FSD Dijanjikan Bisa Hindari Lubang Jalan, Padahal Janji Itu Sudah Ada Sejak 2019

FINANSIALTODAY.COM — Janji terbaru itu muncul pada Minggu (15/2/2026) lalu. Musk menanggapi keluhan pemilik Tesla yang hanya ingin mobilnya bisa bermanuver menghindari lubang jalan. Responnya singkat: "coming soon". Kabar ini langsung disambut antusias para penggemar Tesla, bahkan sebagian pihak mengklaim kenaikan saham TSLA sekitar 5% pada hari itu ada kaitannya dengan cuitan tersebut.

Padahal, jika ditelusuri, janji yang sama persis sudah pernah dilontarkan bos Tesla itu tujuh tahun lalu. Pada 2019, seorang pengguna Twitter juga bertanya soal kemampuan FSD menghindari lubang, dan Musk menjawab hal yang kurang lebih sama. Hingga 2026, fitur tersebut belum pernah benar-benar hadir dalam pembaruan software mana pun.

Kenapa Kemampuan Ini Sulit Dihadirkan?

Secara teori, sistem FSD yang mengandalkan kamera (vision-only) seharusnya bisa mendeteksi lubang di aspal. Cara kerjanya mirip manusia yang melihat kondisi jalan dengan mata. Namun dalam praktiknya, perangkat lunak Tesla terbukti lebih sering mengabaikan lubang ketimbang mengubah lajur atau bergeser di dalam jalurnya.

Masalah ini bukan hal sepele. Lubang jalan di AS menjadi biang kerok ausnya ban lebih cepat, kerusakan velg yang mahal, hingga kecelakaan. Kondisi ini diperparah oleh menurunnya kualitas infrastruktur jalan akibat minimnya investasi pemerintah federal selama bertahun-tahun.

Dampak Nyata ke Konsumen dan Biaya Perbaikan

Bagi pemilik Tesla, risiko ini terasa lebih berat. Bobot mobil yang besar karena baterai membuat tekanan ke ban lebih tinggi saat melewati lubang. Kerusakan ban dan pelek akibat lubang biasanya tidak ditanggung garansi, sehingga biaya perbaikan ditanggung penuh konsumen. Di sinilah letak signifikansi janji fitur ini—jika benar-benar direalisasikan, bukan sekadar diumbar.

Situasi ini juga relevan untuk pengendara di Indonesia. Kondisi jalan berlubang yang tersebar di berbagai daerah membuat fitur semacam ini sebenarnya sangat dibutuhkan. Namun sama seperti di Amerika, realisasinya masih sekadar wacana.

Kompetisi Semakin Ketat, Tesla Masih Jual Janji

Perbandingan dengan kompetitor membuat keterlambatan ini makin terlihat. Waymo, misalnya, sudah mengoperasikan layanan robotaxi sepenuhnya tanpa pengemudi di beberapa kota, dengan performa yang diakui lebih baik dari sistem Tesla. Tesla sendiri sebenarnya punya layanan Robotaxi, namun jangkauannya sangat terbatas dan kemampuannya masih kalah dari Waymo.

Di sisi lain, perkembangan FSD Tesla memang tidak bisa dibilang nol. Sistem ini sekarang mampu menavigasi sebagian besar jalan, mulai dari tol hingga jalan perkotaan, dan bisa parkir sendiri saat tiba di tujuan. Dalam uji coba nyata berskala besar di China tahun lalu, FSD bahkan keluar sebagai yang terbaik dibanding sistem bantuan mengemudi pabrikan lain. Hanya saja, software tersebut masih sering membuat kesalahan aneh di banyak situasi.

Menariknya, Tesla mengklaim sudah mengumpulkan lebih dari 10 miliar mil data pelatihan. Dengan jumlah data sebesar itu, seharusnya mendeteksi pola lubang dan meresponsnya bukan hal yang mustahil.

Janji Baru, Apakah Benar-Benar Direalisasikan?

Konteks waktu membuat janji ini kembali dipertanyakan. Beberapa hari setelah cuitan tersebut, Tesla dijadwalkan meluncurkan Cybercab, robotaxi tanpa setir yang diklaim sepenuhnya otonom. Jika mobil tanpa setir ini akan beroperasi di jalan umum tanpa pengemudi, sekaligus belum mampu menghindari lubang, risikonya jelas: kerusakan kendaraan dan potensi kecelakaan di jalan yang infrastrukturnya tidak mulus.

Publik yang pernah mendengar janji serupa pada 2019 tentu berhak skeptis. Fitur yang diumumkan tujuh tahun lalu seharusnya sudah menjadi bagian dari kemampuan standar FSD sekarang, bukan kembali dijanjikan dengan kalimat yang sama. Sampai ada bukti pembaruan software yang benar-benar menambahkan kemampuan ini, ucapan "coming soon" dari Musk sebaiknya ditanggapi sebagai gimmick—bukan kepastian.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index