IHSG Ditutup Naik 0,11% ke 6.525, BBRI Jadi Penopang Utama

IHSG Ditutup Naik 0,11% ke 6.525, BBRI Jadi Penopang Utama

FINANSIALTODAY.COM — Sepanjang sesi, indeks bergerak dua arah. Level tertinggi harian tercatat di 6.528,10, sementara level terendah 6.476,18. Pergerakan ini dipengaruhi aksi penyesuaian portofolio investor global menjelang efektifnya pengubahan komposisi indeks MSCI yang biasanya terjadi di awal September.

BBRI dan BBNI Jadi Motor Penggerak

Kontribusi terbesar datang dari sektor keuangan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyumbang 9,32 poin terhadap IHSG, disusul PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar 2,81 poin.

Selain perbankan, saham emiten komoditas dan tambang ikut menguat. PT Alami Resources Indonesia Tbk (ADRO) menambah 3,24 poin, PT Merdeka Gold Resources Tbk (BRMS) 2,97 poin, dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) 2,20 poin.

Secara sektoral, sektor keuangan menjadi pendorong utama, sementara industrial naik 0,5%, konsumer non-primer 0,42%, dan konsumer primer 0,22%.

Kesehatan Terkoreksi Paling Dalam

Di sisi lain, sektor kesehatan menjadi pemberat utama. Indeks sektornya turun 2,35%, disusul utilitas -0,88%, teknologi -0,67%, energi -0,27%, dan properti -0,20%.

Sebagian besar tekanan berasal dari saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang memangkas 8,67 poin dari indeks. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengurangi 3,59 poin, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) 3,52 poin, dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) 3,41 poin.

Volume Transaksi Melonjak, Asing Net Buy

Perdagangan hari itu berlangsung ramai. Total volume mencapai 48,93 miliar saham dengan nilai transaksi Rp24,72 triliun, dan frekuensi 2,37 juta kali. Sebanyak 413 saham ditutup menguat, 245 melemah, dan 305 stagnan.

Investor asing mencatatkan beli bersih Rp183,56 miliar, dengan total pembelian Rp2,95 triliun dan penjualan Rp2,77 triliun. Saham BBRI menjadi incaran utama asing dengan net buy Rp163,98 miliar.

Penguatan tipis IHSG hari ini menunjukkan investor masih selektif di tengah ketidakpastian global dan penyesuaian portofolio menjelang rebalancing MSCI. Arah pasar selanjutnya akan sangat ditentukan oleh pergerakan saham perbankan dan aliran dana asing.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index