WIKA Beton Rakit Rumah Tahan Gempa 10 Hari, Dukung Program Tiga Juta Rumah

WIKA Beton Rakit Rumah Tahan Gempa 10 Hari, Dukung Program Tiga Juta Rumah

FINANSIALTODAY.COM — WIKA Beton tidak hanya bicara soal volume produksi beton pracetak. Lewat ajang Danantara Housing Expo 2026, emiten berkode saham WTON ini menunjukkan kemampuan merakit hunian layak huni dengan kecepatan yang jarang ditemukan di industri konstruksi konvensional.

Produk terbaru mereka, WHOME, mengusung konsep modular precast. Seluruh komponen rumah dicetak di pabrik, lalu dikirim ke lokasi proyek untuk dirakit. Metode ini menawarkan solusi atas salah satu hambatan terbesar program perumahan nasional: waktu pembangunan yang lama.

Dua Hari untuk Struktur, Sepuluh Hari untuk Hunian Siap Huni

Director of Engineering and Production WIKA Beton, Verly Widiantoro, menjelaskan bahwa proses perakitan WHOME dirancang semirip mungkin dengan bermain bongkar pasang mainan anak. "Komponen rumah diproduksi terlebih dahulu di pabrik, kemudian dikirim ke lokasi dan dirakit seperti menyusun lego," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/8/2026).

Klaim kecepatan ini bukan tanpa bukti. WIKA Beton telah melakukan dua kali uji lapangan. Hasilnya, struktur rumah tuntas dalam waktu sekitar dua hari. Untuk kondisi rumah yang benar-benar siap dihuni atau all furnished, pengerjaannya hanya butuh waktu sekitar 10 hari.

Angka ini jauh lebih cepat dibandingkan metode pembangunan konvensional yang biasanya memakan waktu berbulan-bulan. Kecepatan menjadi kunci utama jika target membangun tiga juta rumah per tahun ingin tercapai.

Mengapa Ketahanan Gempa Menjadi Fitur Utama?

Selain kecepatan, WHOME dirancang untuk menjawab tantangan geografis Indonesia yang berada di jalur cincin api. Fitur tahan gempa menjadi standar utama, bukan pilihan tambahan. Verly menambahkan bahwa inovasi ini merupakan pengembangan riset kolaboratif bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kolaborasi dengan BRIN memastikan aspek teknis dan keilmuan di balik desain WHOME teruji. Dengan begitu, rumah yang dihasilkan tidak hanya cepat dibangun, tetapi juga aman bagi penghuninya dalam jangka panjang. Aspek ramah lingkungan juga menjadi perhatian dalam proses produksinya.

WIKA Beton memposisikan WHOME sebagai produk yang menjawab kebutuhan mendesak. "Kami memberikan dukungan agar Program Tiga Juta Rumah ini bisa terwujud. Dengan membangun secara masif, maka salah satu tantangannya adalah kecepatan. Inovasi WHOME ini mencoba menjawabnya," kata Verly.

Kehadiran WHOME di pameran bergengsi seperti Danantara Housing Expo 2026 menjadi sinyal bahwa industri konstruksi nasional siap berkontribusi lebih besar. Produk ini membuktikan bahwa teknologi rumah instan tidak selalu identik dengan kualitas yang rendah. Dengan dukungan riset dan pengalaman WIKA Beton di bidang pracetak, WHOME berpotensi menjadi salah satu tulang punggung pembangunan hunian di Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index