Wall Street Melemah, PCE AS Panas dan Investor Menanti Nvidia

Wall Street Melemah, PCE AS Panas dan Investor Menanti Nvidia

FINANSIALTODAY.COM — Indeks S&P 500 berakhir nyaris stagnan di level 7.675,70. Nasdaq Composite turun tipis 0,08% ke 26.130,20, sementara Dow Jones Industrial Average terkoreksi 113,52 poin atau 0,21% menjadi 53.463,88.

Pemicu utamanya adalah indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) Juli yang naik sedikit di atas perkiraan analis. Angka ini menjadi sinyal bahwa laju inflasi AS belum sepenuhnya jinak, meski PCE inti yang tak memasukkan harga pangan dan energi masih sesuai ekspektasi.

Imbal Hasil Obligasi Mulai Stabil

Di pasar obligasi, yield Treasury AS terpantau stabil setelah sehari sebelumnya turun hampir 8 basis poin. Pergerakan ini menjadi perhatian pelaku pasar, mengingat yield obligasi pemerintah AS sempat menyentuh level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir pada pekan lalu.

Bahkan, yield Treasury tenor 30 tahun sempat menembus level tertinggi dalam hampir dua dekade. Kondisi ini kerap menjadi tekanan bagi valuasi saham, terutama di sektor teknologi yang sensitif terhadap suku bunga.

Nvidia Jadi Penentu Arah Pasar

Perhatian utama investor tertuju pada laporan keuangan Nvidia yang dirilis setelah perdagangan Rabu ditutup. Berdasarkan konsensus FactSet, Wall Street memperkirakan produsen cip itu membukukan laba per saham US$ 2,09 dengan pendapatan US$ 92,28 miliar pada kuartal kedua.

Bobot Nvidia di S&P 500 sangat besar, dengan kapitalisasi pasar menembus US$ 5 triliun. Artinya, pergerakan sahamnya bisa ikut menentukan arah indeks secara keseluruhan. "Laporan Nvidia berpotensi memicu volatilitas pasar lebih lanjut," ujar Kepala Investasi Amerika sekaligus Kepala Ekuitas Global UBS, Ulrike Hoffmann-Burchardi.

Ia menambahkan, investor berharap kinerja laba Nvidia melampaui ekspektasi sebagai bukti permintaan cip kecerdasan buatan (AI) masih kuat. Laporan ini menjadi ujian utama keberlanjutan reli saham berbasis AI di Wall Street.

Meta Menghijau, Jackson Hole Ditunggu

Di tengah pelemahan indeks, saham Meta Platforms justru menguat sekitar 1%. Katalisnya adalah kesepakatan perusahaan dengan jaksa agung sejumlah negara bagian AS terkait gugatan dampak aplikasi media sosial terhadap pengguna muda.

Pelaku pasar juga mengalihkan perhatian ke simposium tahunan The Fed di Jackson Hole, Wyoming, yang dijadwalkan berlangsung Jumat (28/8). Ketua The Fed Kevin Warsh dijadwalkan berpidato, dan pasar menantikan petunjuk arah kebijakan moneter ke depan—terutama di tengah inflasi yang masih tinggi dan lonjakan imbal hasil obligasi.

Namun, Warsh dikenal jarang memberi panduan ke depan (forward guidance) dan lebih meminta pasar membaca sinyal ekonomi. CEO WEBs Investments Ben Fulton menilai sikap ini justru bisa menambah kebingungan investor. "Saat ini pasar tidak memiliki keyakinan yang kuat, kami perlu mulai melihat kejelasan," kata Fulton.

Jika Warsh memberikan pandangan yang lebih gamblang soal ekonomi dan suku bunga, pernyataan itu dinilai bisa meredakan sebagian ketidakpastian yang membebani pasar akhir-akhir ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index