JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menghadirkan PGN Co Space di Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, Kalimantan Timur. Fasilitas ini dirancang sebagai wadah sinergi antara mahasiswa, akademisi, dan pihak industri untuk menumbuhkan ide, inovasi, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia pada sektor energi.
Direktur Infrastruktur & Teknologi PGN Hery Murahmanta menjelaskan bahwa pendirian PGN Co Space merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menciptakan dampak positif berkelanjutan bagi masyarakat, terutama untuk mendorong potensi generasi muda.
“PGN Co Space kami harapkan menjadi ruang kolaborasi dan inovasi bagi mahasiswa, akademisi, dan industri, tempat bertemunya ide, pengetahuan, kreativitas dan jejaring untuk menghasilkan gagasan serta manfaat nyata,” ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Hery menilai Unmul memegang peranan sebagai mitra strategis PGN terkait pembinaan talenta muda dan pengembangan inovasi energi di Kalimantan Timur. Adanya area kolaboratif di area kampus dinilai mampu memberikan akses bagi para mahasiswa untuk berdialog, mendiskusikan gagasan, serta membangun jejaring profesional dengan dunia industri, sejalan dengan tuntutan SDM yang tanggap terhadap kemajuan teknologi dan peta industri energi.
Sarana yang ditempatkan di Fakultas Teknik Universitas Mulawarman ini diproyeksikan rampung dan dapat digunakan sebelum tahun berakhir. Berbekal populasi mahasiswa di kawasan Fakultas Teknik yang menyentuh angka 3.500 orang, PGN Co Space ditargetkan mampu menopang kegiatan akademis serta kemahasiswaan secara luas, dengan estimasi pengguna harian berkisar 50 hingga 70 orang.
"Yang kami bangun bukan hanya ruang secara fisik. Kami ingin ruang ini nantinya hidup dengan aktivitas, kreativitas, dan kolaborasi. Semoga dari ruang ini lahir inovasi dan talenta-talenta unggul untuk masa depan Indonesia," ujar Hery.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Mulawarman Prof. Dr. Lambang Subagiyo mengutarakan bahwa partisipasi sektor industri di ranah pendidikan tinggi dapat memperluas sudut pandang mahasiswa seputar dinamika industri energi, sekaligus memicu mereka untuk membekali diri dengan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan mendatang.
Subagiyo menyebutkan bahwa ranah energi memegang peranan vital dalam menyokong roda ekonomi dan pembangunan, sehingga penguatan kapasitas SDM menjadi aspek yang wajib berjalan beriringan. Dalam hal ini, pemahaman seputar gas bumi perlu diperkenalkan sejak dini kepada mahasiswa, mengingat sektor tersebut memerlukan sokongan tenaga terampil yang paham akan inovasi, teknologi, dan tren industri.
“Pengembangan energi tidak hanya berbicara mengenai teknologi dan infrastrukturnya, tetapi juga mengenai sumber daya manusia yang mampu mengembangkan dan mengelolanya," katanya.
Oleh karena itu, ia menambahkan bahwa mahasiswa sangat memerlukan wadah untuk memperdalam wawasan serta berinteraksi secara langsung dengan pelaku industri, termasuk dalam mempelajari seluk-beluk pemanfaatan gas bumi sebagai salah satu pilar energi nasional.