FINANSIALTODAY.COM — Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo) menyebut sektor hijau, B2B SaaS, hingga fintech masih prospektif untuk pembiayaan modal ventura. OJK mendorong sektor hijau sebagai ruang pengembangan baru industri ini. Pembiayaan modal ventura tercatat Rp 16,32 triliun per Juli 2026, terkontraksi 0,46 persen secara tahunan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sektor hijau bisa menjadi salah satu ruang pengembangan industri modal ventura. Amvesindo menyambut positif dorongan itu, tetapi menekankan modal ventura tetap perlu menyeimbangkan portofolio investasi mereka.
Alasannya, sektor hijau punya karakteristik berjangka panjang. Modal ventura umumnya juga berinvestasi pada sektor dengan waktu pengembalian modal lebih terukur dan perputaran lebih cepat.
Sektor Prospektif Menurut Amvesindo
Kepala Bidang Media & Hubungan Masyarakat Amvesindo, Novrizal Pratama, menyebut software atau Business-to-Business Software-as-a-Service (B2B SaaS) sebagai salah satu sektor prospektif. Sektor itu dinilai menyediakan solusi teknologi untuk efisiensi operasional sekaligus mendorong digitalisasi UMKM dan korporasi di Indonesia.
Selain B2B SaaS, Novrizal menyoroti Consumer Tech dan Direct-to-Consumer (D2C). "Sektor yang terus berkembang seiring dengan tingginya adopsi digital dan daya beli kelas menengah di Indonesia," katanya kepada Kontan, Kamis (17/9/2026).
Fintech, healthtech, dan edtech juga masuk daftar sektor yang dinilai menjanjikan. Menurut Novrizal, sektor-sektor fundamental itu tetap menarik karena terbukti menyelesaikan permasalahan riil dan memiliki pasar masif di Indonesia.
Kinerja Industri Modal Ventura
OJK mencatat nilai pembiayaan modal ventura sebesar Rp 16,32 triliun per Juli 2026. Angka itu terkontraksi 0,46 persen secara Year on Year (YoY).
Dari sisi laba, industri modal ventura membukukan Rp 406,48 miliar per Juli 2026 atau tumbuh 1,91 persen YoY. Sementara nilai aset industri tercatat Rp 27,69 triliun, bertumbuh 1,99 persen secara YoY.
Kontraksi tipis pada pembiayaan menunjukkan modal ventura masih berhati-hati menyalurkan dana. Di sisi lain, pertumbuhan laba dan aset menandakan industri tetap punya ruang untuk ekspansi ke sektor-sektor baru.
Bagi pelaku usaha rintisan, arah minat modal ventura ini bisa jadi acuan. Sektor yang menyentuh efisiensi operasional, digitalisasi UMKM, dan kebutuhan konsumen kelas menengah berpeluang lebih besar mendapat pendanaan dalam waktu dekat.