Warga Rusia Mulai Memilih, United Russia Hadapi Pemilu Pertama Sejak Perang Ukraina

Warga Rusia Mulai Memilih, United Russia Hadapi Pemilu Pertama Sejak Perang Ukraina

FINANSIALTODAY.COM — Pemungutan suara di Rusia resmi dibuka untuk pertama kalinya sejak invasi ke Ukraina pada 2022. Partai berkuasa United Russia kembali bertarung dengan dukungan penuh Presiden Vladimir Putin, sementara sejumlah partai lain berupaya menantang dominasi dua dekade tersebut.

Pemilih di Rusia menuju tempat pemungutan suara dalam pemilu yang berlangsung tanpa kehadiran pengamat internasional independen. United Russia, yang telah menguasai kursi parlemen sejak lebih dari dua dekade lalu, kembali menjadi kekuatan utama dalam kontestasi kali ini.

Laporan jurnalis Al Jazeera, Dmitry Medvedenko, dari Moskow menyebutkan bahwa pemilu ini menjadi penanda penting karena menjadi yang pertama sejak konflik bersenjata dengan Ukraina dimulai pada 2022.

Dominasi United Russia dan Dukungan Putin

United Russia tidak pernah kehilangan posisi sebagai partai penguasa sejak awal 2000-an. Dukungan terbuka Presiden Vladimir Putin terhadap partai tersebut menjadikan posisinya sangat kuat di panggung politik domestik Rusia.

Partai ini mengandalkan mesin politik yang telah terbangun lama, termasuk kendali atas struktur pemerintahan daerah dan media nasional. Kondisi itu membuat partai-partai lain menghadapi tantangan berat untuk menembus dominasi tersebut.

Partai Lain dan Peluang Menantang

Sejumlah partai selain United Russia tetap mengikuti kontestasi, meski ruang gerak mereka dinilai terbatas. Pertanyaan utama yang muncul adalah seberapa besar kemampuan partai-partai itu menggeser perolehan suara partai penguasa.

Al Jazeera dalam laporannya menyoroti apakah partai-partai oposisi mampu memberikan perlawanan berarti dalam pemilu kali ini. Namun, laporan tersebut tidak merinci nama partai maupun proyeksi perolehan suara masing-masing kontestan.

Pemilu Pertama Sejak Perang Ukraina

Pemungutan suara ini menjadi yang pertama digelar sejak Rusia melancarkan operasi militer ke Ukraina pada 2022. Konteks perang membuat agenda politik domestik Rusia berjalan bersamaan dengan tekanan internasional yang masih berlangsung.

Sejumlah negara Barat dan organisasi internasional sebelumnya mempertanyakan kualitas demokrasi dalam pemilu Rusia. Kritik itu mencakup pembatasan ruang oposisi dan akses pengamat independen ke proses pemungutan suara.

Yang Ditentukan dalam Pemungutan Suara

Hasil pemilu akan menentukan komposisi parlemen Rusia untuk periode berikutnya. Komposisi itu pada gilirannya memengaruhi arah kebijakan legislasi, termasuk yang berkaitan dengan kelanjutan perang dan hubungan luar negeri Moskow.

Hingga laporan ini diturunkan, belum ada hasil resmi maupun proyeksi kursi yang dipublikasikan. Penghitungan suara dan pengumuman resmi masih menunggu proses yang berlangsung setelah tempat pemungutan suara ditutup.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index