IHSG Tak Mampu Naik, Saham Startup Justru Jadi Penghambat

IHSG Tak Mampu Naik, Saham Startup Justru Jadi Penghambat

FINANSIALTODAY.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah pada perdagangan terbaru, gagal mempertahankan level psikologisnya. Tekanan datang dari saham-saham berbasis teknologi dan startup yang harganya stagnan di tengah minimnya katalis baru.

Pergerakan IHSG masih belum menemukan tenaga untuk berbalik naik. Saham-saham dari sektor startup dan teknologi menjadi salah satu penahan utama laju indeks.

Minimnya sentimen positif membuat investor cenderung menahan diri. Alhasil, harga saham emiten berbasis digital itu sulit keluar dari zona merah.

Tekanan dari Saham Startup

Sejumlah emiten teknologi yang sebelumnya menjadi primadona kini justru kesulitan menarik minat beli. Harga saham mereka cenderung bergerak mendatar atau bahkan menurun dibandingkan level awal pencatatan.

Kondisi ini berbeda jauh dengan periode booming startup beberapa tahun lalu. Saat itu, banyak investor berbondong-bondong masuk dengan ekspektasi pertumbuhan cepat.

Kini, pasar lebih selektif. Emiten yang belum mencetak laba konsisten mendapat tekanan jual lebih besar dibandingkan perusahaan yang sudah mapan.

Sentimen Pasar Masih Terbatas

Faktor eksternal turut membebani pergerakan IHSG. Ketidakpastian kebijakan moneter global dan fluktuasi nilai tukar membuat investor asing cenderung wait and see.

Dari dalam negeri, tidak ada katalis besar yang mampu mendorong indeks keluar dari rentang konsolidasi. Volume transaksi pun terpantau tidak terlalu ramai.

Beberapa analis menyebut pasar tengah menanti rilis kinerja keuangan emiten kuartal berikutnya. Hasil laporan tersebut diperkirakan menjadi penentu arah gerak saham startup ke depan.

Valuasi Jadi Sorotan

Banyak saham startup saat ini diperdagangkan jauh di bawah harga penawaran umum perdana (IPO). Koreksi tajam membuat kapitalisasi pasar sejumlah emiten menyusut signifikan.

Meski begitu, ada pula investor yang melihat kondisi ini sebagai peluang akumulasi jangka panjang. Mereka menilai fundamental beberapa perusahaan masih punya prospek.

Yang jelas, pergerakan IHSG ke depan akan sangat bergantung pada seberapa cepat sektor teknologi mampu menunjukkan perbaikan kinerja.

Selama saham-saham startup belum naik, indeks akan sulit mencatatkan penguatan berarti. Pasar butuh bukti nyata, bukan sekadar narasi pertumbuhan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index