IHSG Melemah 0,38% ke 6.436, Rupiah Menguat ke Rp17.675 per Dolar AS

IHSG Melemah 0,38% ke 6.436, Rupiah Menguat ke Rp17.675 per Dolar AS

FINANSIALTODAY.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,38% ke level 6.436,85 pada perdagangan Rabu (16/9/2026), sementara rupiah justru menguat tipis 0,03% ke Rp17.675 per dolar Amerika Serikat. Pergerakan beragam ini terjadi setelah Wall Street ambruk akibat keputusan The Fed menaikkan suku bunga, yang turut mendorong bunga utang melesat. Bagi investor ritel dan pemilik utang, kombinasi ini berarti tekanan ganda: portofolio saham tergerus sementara biaya pinjaman berpotensi naik.

Nilai transaksi mencapai Rp12,3 triliun dengan volume 24,6 miliar saham. Investor asing mencatat net sell Rp624,72 miliar, menandakan aliran dana keluar dari pasar saham domestik.

Sektor Utilities dan Teknologi Paling Tertekan

Tekanan terbesar datang dari sektor utilities yang turun 1,84% dan teknologi yang terkoreksi 1,36%. Pelemahan ini memperlihatkan investor menghindari sektor yang sensitif terhadap kenaikan suku bunga.

Di tengah pelemahan indeks, sejumlah saham justru melonjak tajam. PT Magna Finance Tbk (MGNA) memimpin top gainers dengan kenaikan 34,46% ke Rp199.

Disusul PT Pakuan Tbk (UANG) yang menguat 24,93% ke Rp4.210 dan PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) yang naik 24,88% ke Rp1.280. Sementara itu, PT Inter Delta Tbk (INTD) menjadi top loser dengan anjlok 15% ke Rp272.

PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) turun 14,88% ke Rp366 dan PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) terkoreksi 14,39% ke Rp119.

Rupiah Akhiri Pelemahan Empat Hari Beruntun

Nilai tukar rupiah berhasil membalikkan keadaan dan ditutup menguat terhadap dolar AS. Melansir data Refinitiv, rupiah mengakhiri perdagangan di posisi Rp17.675/US$ atau menguat tipis 0,03%.

Penguatan tersebut sekaligus mengakhiri rangkaian pelemahan rupiah selama empat hari perdagangan beruntun. Sepanjang hari, mata uang Garuda sempat melemah ke Rp17.700/US$ saat pembukaan dan menyentuh posisi terlemah di Rp17.740/US$.

Tekanan mulai berkurang menjelang akhir perdagangan. Rupiah berbalik menguat dan ditutup membaik 65 poin dari posisi terlemahnya.

Indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia terpantau melemah 0,05% ke posisi 99,564 pada pukul 15.00 WIB.

Bunga Utang Melandai, SBN Diburu Investor

Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun melandai tipis ke 7,141% dari sebelumnya 7,156%. Imbal hasil yang melandai menandai SBN tengah diburu investor sehingga harganya naik.

Bagi pemegang SBN ritel, penurunan yield berarti harga obligasi di pasar sekunder naik. Namun bagi pemerintah, ini sinyal bahwa permintaan terhadap surat utang masih terjaga di tengah gejolak global.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih dalam tekanan. Kenaikan suku bunga The Fed, perkembangan perang, dan data ekonomi akan menjadi penggerak pasar hari ini.

Bagi masyarakat umum, kenaikan suku bunga AS berdampak pada biaya kredit konsumsi dan kredit usaha. Dolar yang kuat membuat barang impor lebih mahal, sementara rupiah yang menguat memberi sedikit ruang bagi importir.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index