Dua Pelajar MTsN 1 Pariaman Dirujuk ke RSUP M. Djamil, 128 Korban Diduga Keracunan MBG

Dua Pelajar MTsN 1 Pariaman Dirujuk ke RSUP M. Djamil, 128 Korban Diduga Keracunan MBG

FINANSIALTODAY.COM — Dua pelajar MTsN 1 Pariaman terpaksa dirujuk ke RSUP M. Djamil Padang karena kondisi mereka memburuk setelah diduga keracunan makan bergizi gratis (MBG). Keduanya membutuhkan perawatan intensif di ruang PICU yang tidak tersedia di RSUD M. Yamin Pariaman. Dari total 128 korban, dua pelajar ini menjadi kasus paling kritis.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Rudy Repenald, mengungkapkan bahwa dua pelajar MTsN 1 Pariaman harus dirujuk ke RSUP M. Djamil Padang. Keputusan itu diambil karena RSUD M. Yamin Pariaman tidak memiliki fasilitas PICU (Pediatric Intensive Care Unit).

“Iya, ada dua orang yang dirujuk ke RSUP M. Djamil Padang. Karena kondisi dua korban ini tidak bisa ditangani di RSUD Pariaman,” kata Rudy, Rabu (16/9/2026).

Kondisi Terkini Kedua Pasien

Rudy menjelaskan, dua korban tersebut belum menunjukkan perkembangan positif. Keduanya masih belum sadarkan diri sehingga belum bisa diajak berkomunikasi.

Selain itu, nadi kedua pasien dinilai belum stabil. Tensi mereka juga masih rendah. Kondisi inilah yang membuat perawatan intensif di PICU menjadi keharusan.

“Jadi untuk kondisi kedua pasien itu dari RSUD kami melihat belum menunjukkan perkembangan yang baik. Makanya, dibutuhkan perawatan intensive,” tegasnya.

Mengapa Harus Dirujuk ke Padang

RSUD M. Yamin Pariaman tidak memiliki ruang PICU. Fasilitas itu hanya tersedia di RSUP M. Djamil Padang sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatra Barat.

Dinkes Pariaman berharap layanan PICU di RSUP M. Djamil bisa memperbaiki kondisi kedua pasien. Perawatan intensif dinilai satu-satunya jalan untuk menstabilkan nadi dan tensi mereka.

128 Korban, Dua Pulih, Satu Sudah Pulang

Sebelumnya, sebanyak 128 pelajar MTsN 1 Pariaman diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi MBG di sekolah. Dari jumlah itu, dua orang harus dirujuk ke Padang.

Kabar baiknya, dua korban lain yang dirawat di RSUD M. Yamin menunjukkan perkembangan positif. Satu di antaranya sudah diperbolehkan pulang karena dinilai sudah pulih.

“Kalau untuk hasil laboratorium dari menu MBG itu, kami masih menunggu,” tutup Rudy.

Hasil Lab Masih Ditunggu

Hingga kini, Dinkes Pariaman belum menerima hasil uji laboratorium sampel menu MBG. Pemeriksaan itu penting untuk memastikan penyebab pasti keracunan yang menimpa para pelajar.

Tanpa hasil lab, penyebab keracunan belum bisa dipastikan. Pemerintah daerah juga belum mengumumkan langkah lanjutan terkait evaluasi menu MBG di sekolah tersebut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index