Laba BCA Tembus Rp 40,17 Triliun hingga Agustus 2026, Transaksi Digital Naik 60%

Laba BCA Tembus Rp 40,17 Triliun hingga Agustus 2026, Transaksi Digital Naik 60%

FINANSIALTODAY.COM — PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membukukan laba bersih bank only Rp 40,17 triliun hingga Agustus 2026, tumbuh 2,85% secara tahunan. Pencapaian itu ditopang kenaikan kredit 10,52% dan lonjakan volume transaksi digital 60% dalam tiga tahun terakhir.

Kredit Tumbuh Dobel Digit, DPK Ikut Naik

Dari sisi intermediasi, kredit BCA bank only mencapai Rp 1.017,7 triliun per Agustus 2026. Nilainya tumbuh 10,52% secara tahunan. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga naik 8,33% menjadi Rp 1.256,83 triliun.

Komposisi DPK bergeser ke dana murah. Giro meningkat 14,73% menjadi Rp 447,51 triliun dan tabungan tumbuh 8,2% menjadi Rp 626,70 triliun. Sebaliknya, deposito turun 4,3% menjadi Rp 182,63 triliun.

Pendapatan Bunga Naik, Beban Pencadangan Turun

Pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) BCA naik 1,33% yoy menjadi Rp 53,82 triliun. Pendapatan komisi, provisi, fee, dan administrasi tumbuh lebih cepat, yakni 7,74% yoy menjadi Rp 13,59 triliun.

Beban impairment justru turun 18,55% yoy menjadi Rp 2,16 triliun. Penurunan itu ikut mengangkat laba operasional BCA yang tumbuh 2,72% yoy menjadi Rp 49,36 triliun.

Hampir Semua Transaksi Kini Digital

Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menyebut pengembangan layanan transaksi jadi penopang utama kinerja perseroan. Volume transaksi yang diproses BCA naik 60% dalam kurun tiga tahun terakhir.

"Pengembangan terus menerus yang kami lakukan membuat volume transaksi yang diproses BCA naik 60% dalam kurun 3 tahun terakhir. Saat ini, hampir seluruh transaksi yang diproses BCA merupakan transaksi digital," ujar Hera kepada Kontan, Rabu (16/9/2026).

Dampak ke Nasabah dan Target Akhir Tahun

Bagi nasabah, pergeseran ke kanal digital berarti hampir seluruh transaksi kini diproses lewat aplikasi dan platform online. BCA menyatakan akan terus memperkuat platform perbankan transaksi yang aman dan andal untuk mendorong pertumbuhan basis nasabah.

Perseroan juga menjaga permodalan dan likuiditas agar pertumbuhan kredit tetap berkesinambungan dan berkualitas. "Kami optimistis secara umum dapat mencapai target sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB) hingga akhir 2026," kata Hera.

Penutup: Dengan kredit yang tumbuh dobel digit dan beban pencadangan yang mengecil, BCA mempertahankan laju laba meski pendapatan bunga bergerak tipis. Arah bisnisnya makin bertumpu pada transaksi digital sebagai mesin utama.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index