Kembali Pimpin PBNU, Ini Sosok KH Miftachul Akhyar yang Sudah Jabat Rais Aam sejak 2018

Kembali Pimpin PBNU, Ini Sosok KH Miftachul Akhyar yang Sudah Jabat Rais Aam sejak 2018

FINANSIALTODAY.COM — Musyawarah yang berlangsung di Ndalem Kasepuhan Kiai Wahab Chasbullah, Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang itu berlangsung tertutup. Hasilnya dibacakan langsung di hadapan para muktamirin.

"Memutuskan bahwa nama Kiai Miftachul Akhyar dipilih menjadi rais aam pengurus besar masa khidmat 2026-2031," kata Kiai Anwar Iskandar saat membacakan keputusan tersebut.

Perjalanan Karier di NU

Jabatan Rais Aam ini bukan hal baru bagi Miftachul. Ia pertama kali dipercaya mengemban amanah tersebut pada 2018, menggantikan KH Ma'ruf Amin yang mundur untuk maju sebagai calon wakil presiden.

Sebelumnya, pria berusia 72 tahun ini sudah meniti karier panjang di organisasi. Ia pernah menjabat Rais Syuriyah PCNU Surabaya periode 2000-2005, lalu naik ke level provinsi sebagai Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur selama dua periode, yaitu 2007-2013 dan 2013-2018.

Pada 2015, Miftachul dipercaya menjadi Wakil Rais Aam PBNU. Tiga tahun berselang, ia diangkat sebagai Penjabat Rais Aam setelah KH Ma'ruf Amin memutuskan maju di Pilpres 2019.

Kepercayaan kembali diperpanjang pada Muktamar ke-34 NU di Lampung, Desember 2021. Saat itu, ia kembali terpilih melalui mekanisme musyawarah AHWA untuk periode 2021-2026.

Jejak Pendidikan dan Pengabdian

Miftachul lahir di Surabaya pada 30 Juni 1953. Ia merupakan putra dari KH Abdul Ghoni, pengasuh Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah, dan tumbuh sebagai salah satu dari 13 bersaudara.

Pendidikan keagamaannya ditempuh di sejumlah pesantren ternama. Ia pernah belajar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Pondok Pesantren Rejoso Jombang, Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, serta Pesantren Al-Islah Soditan Lasem.

Selain itu, ia juga dikenal pernah berguru kepada Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Makki. Setelah menamatkan pendidikannya, Miftachul mendirikan Pondok Pesantren Miftachus Sunnah di Surabaya yang kini diasuhnya.

Karier di Luar NU

Di luar struktur NU, Miftachul juga sempat memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ia terpilih sebagai Ketua Umum MUI pada 2020, menggantikan KH Ma'ruf Amin.

Namun, jabatan tersebut tidak diembannya sampai tuntas. Ia mengundurkan diri dari posisi Ketua Umum MUI pada 2022.

Kini, dengan kembali terpilihnya Miftachul sebagai Rais Aam, ia diharapkan melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi Islam terbesar di Indonesia itu. Muktamar ke-35 NU yang digelar di Tambakberas menjadi ajang penentu bagi masa depan organisasi lima tahun ke depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index