The Fed Naikkan Suku Bunga ke 3,75%-4%, Proyeksi Inflasi 2026 Naik Jadi 3,7%

Kamis, 17 September 2026 | 08:32:00 WIB

FINANSIALTODAY.COM — Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 3,75%-4% dalam rapat FOMC, kenaikan pertama sejak Juli 2023. Keputusan diambil setelah inflasi Amerika Serikat dinilai masih tinggi, sementara pasar tenaga kerja dan ekonomi tetap solid memberi ruang bagi bank sentral untuk fokus ke stabilitas harga.

Federal Open Market Committee (FOMC) memutuskan menaikkan Federal Funds Rate (FFR) sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4%. Langkah ini membalik sebagian pelonggaran moneter yang sebelumnya dilakukan The Fed dan menjadi kenaikan pertama dalam lebih dari tiga tahun.

Ketua The Fed Kevin Warsh menyatakan keputusan diambil untuk mendukung mandat ganda bank sentral. "Dalam pertemuan tersebut, FOMC memutuskan untuk menaikkan kisaran target FFR menjadi 3,75%-4% untuk mendukung mandat ganda Federal Reserve," ujarnya.

Mengapa The Fed Akhirnya Mengetatkan Kebijakan

Pada pertemuan Juli 2026, para pejabat The Fed sebenarnya sudah sepakat inflasi terlalu tinggi. Mayoritas memilih menunggu tambahan informasi sebelum mengambil tindakan.

Warsh lalu menetapkan standar lebih jelas dalam pidatonya di Jackson Hole pada Agustus 2026. Menurutnya, The Fed harus yakin inflasi yang mendasari bergerak menuju sasaran secara jelas dan dengan kecepatan memadai sebelum merasa nyaman dengan posisi kebijakan.

Data yang masuk setelah pertemuan Juli 2026 gagal memenuhi standar tersebut. "Suara bulat komite menunjukkan tekad kami untuk mencapai stabilitas harga dalam waktu yang lebih cepat," kata Warsh.

Stabilitas Harga Jadi Prioritas, Bukan Pertumbuhan

Warsh menyebut masih terlalu banyak kategori harga yang meningkat di atas 3% dalam pengukuran enam bulan maupun 12 bulan. Kondisi itu membuat FOMC belum melihat bukti memadai bahwa tekanan harga benar-benar mereda.

Dokumen pernyataan resmi FOMC memakai bahasa serupa. Komite menyebut kenaikan suku bunga akan mendukung pengembalian inflasi menuju sasaran 2% secara lebih tepat waktu.

Warsh mengaitkan stabilitas harga dengan kemampuan rumah tangga mempertahankan daya beli. "Masyarakat yang paling kurang mampu akan mendapatkan manfaat terbesar dari harga yang stabil," katanya.

Pasar Tenaga Kerja Kuat Beri Ruang ke The Fed

FOMC menyatakan aktivitas ekonomi masih berkembang solid. Belanja domestik tetap resilien, pertumbuhan produktivitas kuat, investasi modal kokoh, dan pertambahan lapangan kerja mampu mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja.

Tingkat pengangguran relatif tidak berubah. Warsh menyoroti rendahnya tingkat pengangguran, peningkatan jam kerja mingguan, dan tingkat pengajuan tunjangan pengangguran yang rendah.

Dengan kondisi itu, Warsh memposisikan kenaikan bunga sebagai pengurangan sebagian stimulus yang masih melekat pada kebijakan moneter. Dia menyebutnya sebagai langkah menghapus "a dose of accommodation" agar kondisi keuangan dan kredit lebih konsisten dengan tujuan The Fed.

Proyeksi Suku Bunga dan Inflasi 2026 Di

Terkini