Asap Karhutla Selimuti Medan, Jarak Pandang Turun Jadi 1 Kilometer

Rabu, 16 September 2026 | 15:44:00 WIB

FINANSIALTODAY.COM — Jarak pandang di Kota Medan dan sekitarnya merosot hingga satu kilometer pada Rabu (16/9/2026) akibat sebaran asap kebakaran hutan dan lahan. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah I Medan mencatat konsentrasi partikel PM2.5 di Sumatera Utara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Balai Besar Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, mengatakan sebaran asap terpantau bergerak ke arah barat laut mengikuti pola angin yang bertiup dari tenggara menuju barat laut hingga utara. Pemantauan dilakukan dari tiga stasiun, yakni Stasiun Meteorologi Silangit, Stasiun Meteorologi Kualanamu, dan Stasiun Meteorologi Aek Godang.

Dari ketiga lokasi pengamatan itu, jarak pandang tercatat berkisar satu hingga lima kilometer. Kondisi tersebut muncul bersamaan dengan kabut dan asap yang menyelimuti wilayah.

Enam Titik Panas Terdeteksi, Asal Asap Belum Dipastikan

Hendro membenarkan asap yang menyebar merupakan kiriman dari kebakaran hutan dan lahan. Meski begitu, ia belum bisa memastikan dari mana sumber asap tersebut berasal.

"Iya, itu sebaran asap (karhutla). Belum tahu (dari mana asap karhutla). Perlu dilakukan cek lapangan. Tapi kalau jumlah hotspot (titik panas) yang terekam di Sumut hanya enam titik dengan tingkat kepercayaan menengah. Dimungkinkan asap dari daerah lain, oleh karena itu perlunya cek di lapangan," kata Hendro saat dikonfirmasi, Rabu (16/9).

Enam titik panas yang terekam tersebar di Deli Serdang, Medan, Labuhanbatu, Padang Lawas Utara, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan. Jumlah itu tergolong sedikit, sehingga muncul dugaan asap berasal dari wilayah lain di luar Sumatera Utara.

Kualitas Udara Tidak Sehat, Pengendara Diminta Waspada

Dampak sebaran asap tidak berhenti pada jarak pandang. Pemantauan kualitas udara menunjukkan konsentrasi PM2.5 atau partikel sangat kecil di udara Sumatera Utara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.

"Jarak pandang tersebut terpantau bersamaan dengan kondisi kabut dan asap dan berdasarkan pemantauan kualitas udara konsentrasi PM2.5 atau partikel sangat kecil udara di Sumatera Utara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat," ujar Hendro.

Partikel PM2.5 berukuran sangat kecil sehingga bisa masuk jauh ke saluran pernapasan. Paparan dalam waktu lama berisiko memicu gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan pengidap penyakit paru kronis.

Imbauan bagi Warga dan Pengendara

Masyarakat diimbau berhati-hati saat berkendara karena jarak pandang rendah akibat kabut dan asap. Pengendara disarankan menyalakan lampu, menjaga jarak aman, dan mengurangi kecepatan di ruas jalan yang tertutup asap.

Warga yang beraktivitas di luar ruangan juga dianjurkan memakai masker untuk menekan paparan partikel halus. Kelompok rentan sebaiknya membatasi kegiatan di luar rumah selama kualitas udara belum membaik.

Hendro menegaskan perlu ada pengecekan lapangan untuk memastikan sumber asap. Tanpa verifikasi di lokasi, arah sebaran dan asal karhutla yang mengirim asap ke Medan masih belum bisa dipastikan.

Terkini