FINANSIALTODAY.COM — Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meminta Polri, TNI, dan intelijen memperkuat pengamanan di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, menyusul penembakan yang menewaskan tiga aparatur sipil negara. Instruksi itu disampaikan Tito usai rapat dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas dalam serangan orang tak dikenal saat rombongan mereka melakukan perjalanan dinas di Distrik Muliama. Rombongan berisi 11 orang itu diserang dalam perjalanan, dan tiga petugas yang terkena tembakan meninggal setelah sempat dievakuasi ke rumah sakit.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Irjen Faizal Ramadhani menyebut kelompok kriminal bersenjata dari wilayah Nduga diduga terlibat. "Berdasarkan penyelidikan dan pendalaman, aksi penembakan tersebut diduga dilakukan oleh KKB dari wilayah Nduga," kata Faizal dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/9/2026).
Permintaan Penguatan dari Rapat Komisi II
Tito menilai aparat perlu memantau pergerakan kelompok yang berpotensi mengganggu keamanan, bukan hanya menjaga situasi yang sudah kondusif. Menurutnya, langkah itu penting agar warga kembali berani beraktivitas setelah serangan yang menimbulkan rasa takut.
"Ya, saya tentu berharap teman-teman dari aparat keamanan, Polri, TNI, intelijen dapat menjaga situasi yang lebih kondusif," kata Tito usai rapat dengan Komisi II DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Dia menambahkan aparat perlu menetralisir kelompok bersenjata yang bergerak di wilayah tersebut. "Kemudian bisa memantau pergerakan dari kelompok-kelompok itu dan bisa menetralisir kelompok itu, supaya ada keberanian dari masyarakat untuk beraktivitas," ujarnya.
Warga Diminta Tak Takut Beraktivitas
Keberadaan aparat dan kondisi keamanan yang kondusif menjadi faktor penentu bagi warga Jayawijaya untuk tetap menjalankan kegiatan sehari-hari. Tito berharap tidak ada lagi serangan yang membuat masyarakat, termasuk ASN yang bertugas, takut keluar rumah.
"Kalau seandainya tidak ada serangan-serangan, kan pasti mereka akan lebih tenang. Saya kira itu," pungkasnya.
Jayawijaya merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan yang baru dibentuk sebagai daerah otonom baru. Wilayah ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Nduga, daerah yang disebut aparat sebagai asal kelompok bersenjata dalam sejumlah serangan sebelumnya.
Jenazah Korban Masih di Wamena
Dari tiga korban tewas, jenazah Willi Mbuik akan diterbangkan ke kampung halamannya di Kupang setelah tiba di Bandara Sentani, Jayapura. Sementara jenazah Aprida Rapi dan Alfonsius Albinus Mehan masih berada di Wamena.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi soal jadwal pemulangan jenazah dua korban yang masih di Wamena. Pemerintah Kabupaten Jayawijaya juga belum merinci langkah lanjutan untuk menjamin keselamatan ASN yang bertugas di distrik-distrik terpencil.