Premium Asuransi Kendaraan Tumbuh 5,14% Jadi Rp 10,69 Triliun per Juni 2026, Klaim Naik 1,89%

Rabu, 02 September 2026 | 09:31:00 WIB

FINANSIALTODAY.COM — Bisnis asuransi kendaraan bermotor di Indonesia tetap menunjukkan momentum positif di tengah tekanan efisiensi industri. Hingga Juni 2026, total premi yang terkumpul mencapai Rp 10,69 triliun. Adapun nilai klaim yang dibayarkan tercatat Rp 3,91 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menyebut pertumbuhan premi lebih tinggi dibanding klaim. Hal ini menandakan rasio klaim membaik. "Nilainya tumbuh 5,14%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya," ucapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Selasa (1/9/2026).

Strategi OJK: Perkuat Kemitraan dan Kanal Digital

OJK mendorong perusahaan asuransi mempererat kerja sama dengan industri otomotif dan lembaga pembiayaan. Langkah ini diharapkan memperluas pasar, terutama dari segmen kredit kendaraan bermotor yang kerap mensyaratkan asuransi komprehensif.

Pengoptimalan kanal distribusi digital juga menjadi fokus utama. OJK menilai perusahaan perlu mengembangkan produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Ogi menekankan pentingnya kualitas underwriting dan pengelolaan klaim yang hati-hati. "Dengan demikian, pertumbuhan bisnis tetap sehat, kompetitif, dan berkelanjutan," kata dia.

Tarif Fleksibel, Tetap Sesuai Risiko

OJK memastikan perusahaan asuransi masih memiliki ruang penyesuaian tarif sesuai profil risiko dan kondisi bisnis masing-masing. Ketentuan ini berlaku sepanjang berada dalam batas yang ditetapkan regulasi.

Ruang tersebut harus dibarengi efisiensi biaya akuisisi dan efektivitas kanal distribusi. OJK mengingatkan agar perusahaan tidak terjebak perang tarif yang mengorbankan kualitas portofolio.

Dengan pengelolaan yang cermat, industri asuransi kendaraan diperkirakan mampu mempertahankan pertumbuhan hingga akhir tahun.

Terkini