Institut Kesehatan Belanda Terbitkan Peringatan Bahaya Pil Ekstasi Bergambar Trump

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:17:00 WIB

Kandungan PMMA dan Risiko Kesehatan

FINANSIALTODAY.COM — PMMA merupakan zat yang mirip dengan MDMA, bahan aktif utama dalam pil ekstasi. Namun, Trimbos Institute menjelaskan efek PMMA muncul lebih lambat dan kerap tidak disertai efek stimulan yang biasanya dirasakan pengguna.

"Efeknya muncul belakangan, dan efek stimulasinya sering kali tidak ada. Ini meningkatkan risiko overdosis," demikian peringatan dari institut tersebut. Pengguna berisiko mengalami gejala seperti mual, detak jantung meningkat, dan kejang beberapa jam setelah mengonsumsi pil.

Pil berwarna cerah ini menampilkan wajah Trump di satu sisi, sementara sisi lainnya dicap dengan tulisan "Trump" dan "NL".

Belum Ada Laporan Korban Jiwa

Juru bicara Trimbos Institute, Anniek Groothuis, menyatakan pihaknya belum menerima laporan kematian atau penyakit serius yang berkaitan dengan pil tersebut. Meski demikian, peringatan merah dikeluarkan sebagai langkah pencegahan mengingat tingginya kadar PMMA yang terkandung di dalamnya.

Popularitas Ekstasi di Belanda

Meskipun produksi, penjualan, dan penggunaan ekstasi merupakan tindakan ilegal di Belanda, laporan pemerintah Belanda pada 2024 mencatat zat ini masih populer sebagai obat pesta. Data tersebut menyebutkan rekor 550.000 orang pernah mengonsumsi ekstasi setidaknya satu kali pada 2022.

Bukan Kali Pertama

Ini bukan pertama kalinya wajah Donald Trump digunakan sebagai inspirasi bentuk pil ekstasi. Pada 2017, polisi Jerman menyita sekitar 5.000 pil ekstasi berwarna oranye berbentuk kepala presiden AS tersebut. Pil itu diduga dipromosikan di internet dengan slogan "Trump makes partying great again".

Trimbos Institute mengimbau pengguna yang memiliki atau menemukan pil dengan ciri-ciri tersebut untuk tidak mengonsumsinya dan segera menyerahkannya ke pusat pengujian obat setempat untuk dianalisis lebih lanjut.

Terkini