FINANSIALTODAY.COM — Dua peristiwa berbeda ramai dibicarakan di media sosial pada Senin (14/9) malam. Di Indonesia, Venus sempat tidak terlihat karena tertutup piringan Bulan, sementara di Amerika Serikat Senator Elizabeth Warren mendorong penolakan draft terbaru CLARITY Act.
Fenomena okultasi Venus teramati dari rooftop Gedung Kuliah Umum 2 Institut Teknologi Sumatera oleh tim Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL). Pengamatan berlangsung sekitar pukul 19.56 hingga 19.57 WIB, melibatkan jejaring observatorium di sejumlah wilayah Indonesia termasuk Observatorium Bosscha di Bandung.
Kepala Pusat OAIL Annisa Novia Indra Putri menyampaikan bahwa okultasi terjadi ketika Bulan berada tepat di depan Venus dari sudut pandang pengamat di Bumi. Piringan Bulan menutupi planet tersebut, membuat Venus seolah menghilang untuk sementara.
Venus Tidak Benar-Benar Pergi
Venus tetap berada di posisinya sepanjang fenomena berlangsung. Cahayanya hanya terhalang piringan Bulan jika dilihat dari lokasi tertentu di Bumi yang masuk jalur okultasi.
Bagi pengamat di Indonesia, momen ini jadi kesempatan melihat perubahan posisi relatif benda langit secara langsung. Netizen yang berhasil merekam momen tersebut mengunggahnya ke media sosial, membuat topik okultasi Venus ikut ramai dibahas.
Warren dan Draft CLARITY Act
Dari Amerika Serikat, Senator Demokrat Elizabeth Warren mendorong rekan-rekannya menolak draft terbaru CLARITY Act. Dilansir dari Bitcoin Historian, Warren menilai ketentuan etika dalam draft tersebut belum cukup kuat mencegah potensi konflik kepentingan pejabat.
Pihak Republik menyebut sudah memasukkan lebih dari 100 perubahan, termasuk aturan soal divestasi aset dan blind trust. Negosiasi masih berjalan dan Demokrat diperkirakan menyiapkan proposal tandingan.
Posisi ini penting karena tahapan prosedural cloture di Senat AS membutuhkan 60 suara. Tanpa dukungan lintas partai, pembahasan RUU yang dirancang memperjelas regulasi pasar aset digital itu sulit bergerak lebih jauh.
Dua Topik, Dua Panggung Berbeda
Fenomena langit dan perkembangan CLARITY Act tidak saling berkaitan. Keduanya muncul bersamaan di linimasa karena sama-sama menyedot perhatian publik dalam waktu berdekatan.
Di Indonesia, okultasi Venus jadi tontonan singkat yang berlangsung kurang dari dua menit. Di AS, perhatian pasar crypto tertuju pada apakah perbedaan sikap politik soal CLARITY Act bisa diselesaikan demi melewati ambang 60 suara.
Nasib RUU tersebut kini bergantung pada kelanjutan negosiasi di Senat dan kemampuan para legislator mengumpulkan dukungan yang dibutuhkan.