Porsche Masuk Selokan di Tol Depok, Pengemudi Diminta Waspadai Aquaplaning

Minggu, 20 September 2026 | 15:22:00 WIB
Porsche Masuk Selokan di Tol Depok, Pengemudi Diminta Waspadai Aquaplaning

FINANSIALTODAY.COM — Sebuah Porsche terperosok ke saluran air di Tol Desari Km 4.200 B, Depok, Sabtu (19/9/2026) pukul 18.45 WIB, setelah pengemudi diduga kehilangan kendali saat menghindari genangan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, tetapi kerusakan parah terjadi pada bagian depan mobil. Praktisi keselamatan berkendara menyebut kejadian ini sebagai peringatan serius soal bahaya aquaplaning di musim hujan.

Polsek Cinere mencatat mobil sport itu melaju di jalur 3 dari arah Sawangan menuju Antasari sebelum kejadian. Kapolsek Cinere Kompol Chairul Saleh menyatakan pengemudi diduga kaget oleh genangan air yang muncul mendadak di lintasan.

"Setiba Km 4.200 B diduga adanya genangan air lanjut pengemudi out off control," ujar Chairul dalam keterangannya, Minggu (20/9).

Pengemudi membanting setir ke kiri, lalu menabrak pembatas jalan hingga terperosok ke saluran air. Posisi akhir kendaraan miring menghadap utara dengan kerusakan di bagian depan.

Aquaplaning, Penyebab Utama Mobil Kehilangan Cengkeraman

Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana menilai Porsche itu besar kemungkinan mengalami aquaplaning. Kondisi ini terjadi saat ban kehilangan traksi karena terhalang lapisan air, sehingga mobil serasa melayang dan sulit dikendalikan.

Menurut Sony, hujan yang baru turun beberapa hari terakhir membuat banyak pengemudi kurang mengantisipasi kondisi jalan licin. Ia menekankan pentingnya menyesuaikan kecepatan dan manuver saat permukaan jalan basah.

"Hujan kan turun baru dua hari ini dan itu juga buatan, sehingga banyak pengemudi yang kurang mengantisipasi dan kurang bijak dalam menyikapi kondisi alas yang licin," kata Sony kepada detikOto, Minggu (20/9).

Gejala yang Sering Diabaikan Sebelum Mobil Benar-benar Selip

Sony menjelaskan kecelakaan biasanya diawali gejala keseimbangan seperti body roll, body pitch, dan body bounce. Ketika gejala ini diabaikan karena pengemudi kurang sensitif, muncul fase paling berbahaya yaitu body yaw.

"Kendaraan sudah mulai selip dan yang terjadi adalah besar kemungkinan kecelakaan. Nggak peduli bannya lebar, mobilnya mewah, pengemudinya jago, apa pun bisa terjadi," ujarnya.

Fase body yaw menandakan kendaraan sudah di luar kendali. Pada titik ini, respons pengemudi biasanya sudah terlambat untuk mengembalikan arah laju mobil.

Langkah Aman Saat Melewati Genangan Air

Sony menyarankan pengendara mengurangi kecepatan begitu melihat lintasan basah. Injak pedal secara halus, putar setir perlahan, dan pilih gear yang sesuai dengan kondisi jalan.

Ia juga mengingatkan agar tekanan angin ban tidak dikurangi untuk mengakali kondisi basah. Menurunkan tekanan angin justru berisiko memicu selip berlebihan.

"Segera kurangi kecepatan, injak pedal-pedal dengan smooth, manuver putar setir halus dan pilih gear yang tepat sesuai dengan kondisi basah," pungkas Sony.

Insiden di Tol Desari ini menegaskan bahwa mobil mahal dengan ban lebar sekalipun tidak otomatis aman di jalan basah. Adaptasi terhadap perubahan kondisi lintasan dari kering ke basah tetap jadi kunci utama.

Terkini