KUR Perumahan BRI Salurkan Rp427,5 Miliar ke 1.619 Debitur

Jumat, 18 September 2026 | 15:35:00 WIB

FINANSIALTODAY.COM — BRI menyalurkan Kredit Program Perumahan senilai Rp427,5 miliar kepada 1.619 debitur di wilayah Jakarta. Penyaluran ini bagian dari dukungan perseroan terhadap Program 3 Juta Rumah yang digagas pemerintah.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengapresiasi kinerja BRI dalam menyalurkan KUR Perumahan. Penilaian itu disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Program Pembiayaan Perumahan KPP dan FLPP Wilayah Jakarta di Gelanggang Jakarta Timur, DKI Jakarta, 10 September 2026.

Maruarar menekankan implementasi program di tingkat pelaksana menjadi kunci agar kebijakan pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat. Ia menyoroti arahan Presiden Prabowo terkait KUR Perumahan yang dinilainya pro-rakyat.

"Jangan sampai arahan Presiden Prabowo yang sangat bagus dan pro-rakyat, khususnya terkait KUR Perumahan, di ujung pelaksanaannya justru lambat atau tidak sesuai. Saya tanya, apakah lambat? Jawabannya cepat di BRI," kata Maruarar.

"Apakah ada pungli? Tidak ada. Apakah dipersulit? Tidak ada. BRI sudah membuktikan bahwa sebagai bagian dari negara, BRI mampu menjalankan misi ini secara efektif, efisien, dan produktif," sambungnya.

Rincian Penyaluran KPP per Sektor

BRI mencatat penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) senilai total Rp427,5 miliar kepada 1.619 debitur. Pembiayaan sisi pasokan (supply) mencapai Rp242,5 miliar kepada 110 debitur.

Rinciannya, pengembang menerima Rp73,6 miliar kepada 29 debitur, toko bahan bangunan Rp39,8 miliar kepada 23 debitur, serta kontraktor perumahan Rp129,1 miliar kepada 58 debitur. Adapun pembiayaan sisi permintaan (demand) mencapai Rp185 miliar kepada 1.509 debitur UMKM.

Dampak ke Masyarakat Pencari Rumah

Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto menyatakan sosialisasi dan penyaluran fasilitas ini wujud komitmen strategis perseroan dalam mengakselerasi inklusi pembiayaan perumahan. Langkah ini sekaligus bukti sinergi kelembagaan dalam membangun ekosistem perumahan berkelanjutan.

"Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan hari ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkenalkan Program KPP kepada masyarakat secara lebih luas," kata Aris.

"Harapannya, semakin banyak masyarakat yang mengetahui kemudahan akses pembiayaan perumahan yang disediakan pemerintah melalui perbankan. Program ini tidak hanya ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh rumah dengan pembiayaan yang terjangkau, tetapi juga mendukung pengembangan ekosistem perumahan secara menyeluruh," lanjutnya.

Bagi masyarakat, BRI menyediakan penawaran KPR Sejahtera dan fasilitas KPP yang berlaku hingga 31 Desember 2026. Penawarannya mencakup DP ringan 1% dan suku bunga tetap 5% hingga 20 tahun.

Portofolio Nasional dan Target FLPP

Secara nasional, portofolio pembiayaan perumahan BRI terus mencatatkan kinerja positif. Hingga 8 September 2026, BRI telah menyalurkan KPP sebesar Rp12 triliun kepada 83.210 debitur.

Realisasi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah mencapai 25.030 unit rumah. Angka ini sejalan dengan target komitmen penyaluran sebanyak 60.000 unit pada tahun ini.

"Kami berharap dengan adanya kegiatan hari ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. BRI akan terus memperkuat perannya dalam mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah melalui sinergi dengan pemerintah dan pengembang," pungkas Aris.

Kegiatan sosialisasi ini juga dihadiri Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho dan jajaran perwakilan asosiasi pengembang perumahan, yakni REI, APERSI, dan HIMPERRA. Informasi lengkap mengenai penawaran KPP dapat diakses melalui bbri.id/kprs dan bbri.id/kpp.

Terkini