Modal Asing Rp141,6 T Masuk RI, tapi Saham Malah Outflow Rp70,7 T

Jumat, 18 September 2026 | 14:20:00 WIB

FINANSIALTODAY.COMKementerian Keuangan mencatat aliran modal asing masuk ke Indonesia mencapai Rp141,6 triliun hingga 11 September 2026. Dana asing paling banyak parkir di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) senilai Rp171,6 triliun, sementara pasar saham justru mengalami arus keluar Rp70,7 triliun.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut pasar saham masih menjadi titik lemah di tengah derasnya modal asing yang masuk ke instrumen lain. Pemerintah menilai kredibilitas pasar saham menjadi kunci untuk membalik tren outflow tersebut.

"Saham itu masih outflow. Ini tentu yang harus kita perbaiki, kita meminta kalau nanti pasar saham kita itu menjadi kredibel. Kuncinya ada di krebilitas pasar saham," ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta, Jumat (18/9/2026).

SRBI dan SBN Jadi Primadona, Saham Terpinggirkan

Dana asing paling agresif masuk ke SRBI dengan nilai Rp171,6 triliun. Instrumen ini menawarkan imbal hasil menarik bagi investor asing yang mencari eksposur jangka pendek di pasar uang Indonesia.

Surat Berharga Negara (SBN) juga mencatat inflow Rp40,8 triliun. Namun, pasar saham menjadi satu-satunya instrumen yang mencatatkan outflow signifikan, yakni Rp70,7 triliun secara year-to-date.

Kondisi ini menunjukkan investor asing masih memilih instrumen pendapatan tetap dibandingkan ekuitas. Ketidakpastian global dan tekanan pada pasar saham domestik menjadi faktor utama.

Kuartal III Mulai Menunjukkan Perbaikan

Meski secara tahun berjalan pasar saham masih outflow, Suahasil menyebut ada sinyal perbaikan pada kuartal III 2026. Pasar saham mulai mencatatkan inflow sekitar Rp2,9 triliun pada periode tersebut.

Angka ini memang masih kecil dibandingkan outflow total, tetapi menjadi indikasi awal bahwa minat investor asing terhadap saham Indonesia mulai pulih. Pemerintah berharap tren ini berlanjut hingga akhir tahun.

Perbaikan kredibilitas pasar saham disebut menjadi pekerjaan rumah utama. Tanpa itu, modal asing diprediksi tetap enggan masuk ke ekuitas meski likuiditas global melimpah.

Yield SBN Naik, Rupiah Tertekan

Imbal hasil SBN tenor 10 tahun tercatat melonjak ke level 7,17%. Kenaikan yield ini mencerminkan tekanan jual di pasar obligasi atau ekspektasi inflasi dan suku bunga yang lebih tinggi.

Nilai tukar rupiah kini berada di level Rp17.691 per dolar AS. Pelemahan kurs menambah daya tarik SRBI dan SBN bagi investor asing yang mengejar imbal hasil tinggi dalam mata uang dolar.

Namun, kombinasi yield tinggi dan rupiah lemah juga menandakan risiko yang masih membayangi pasar keuangan Indonesia. Investor asing cenderung menempatkan dana di instrumen yang lebih aman dan likuid.

Apa Artinya bagi Investor dan Pelaku Pasar

Bagi investor domestik, outflow di pasar saham bisa menjadi peluang jika fundamental emiten tetap solid. Harga saham yang tertekan akibat aksi jual asing membuka ruang akumulasi bagi yang berorientasi jangka panjang.

Di sisi lain, dominasi SRBI dan SBN menunjukkan preferensi asing masih pada instrumen pendapatan tetap. Ini bisa menekan likuiditas pasar saham dan membuat pergerakan IHSG lebih rentan terhadap sentimen global.

Pemerintah dan otoritas pasar modal perlu memperbaiki kredibilitas serta daya tarik pasar saham. Tanpa perbaikan struktural, aliran modal asing berpotensi tetap terkonsentrasi di instrumen utang.

Terkini