OJK Optimistis Penyaluran Kredit Tumbuh Positif Kuartal I

OJK Optimistis Penyaluran Kredit Tumbuh Positif Kuartal I

OJK Optimistis Penyaluran Kredit Tumbuh Positif Kuartal I
OJK Optimistis Penyaluran Kredit Tumbuh Positif Kuartal I

JAKARTA - Momentum Ramadhan dan Idul Fitri menjadi faktor kunci yang mendorong optimisme OJK terhadap pertumbuhan penyaluran kredit perbankan pada Kuartal I 2026. 

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa momen bulan puasa dan Lebaran biasanya disertai peningkatan konsumsi rumah tangga yang signifikan. 

Aktivitas konsumsi ini diperkirakan akan menggerakkan berbagai sektor pendukung, termasuk perdagangan, transportasi, akomodasi, serta industri makanan dan minuman, sehingga berdampak positif terhadap permintaan kredit.

Menurut Dian, pertumbuhan kredit tidak hanya akan didorong oleh segmen konsumsi, tetapi juga kredit produktif, termasuk kredit modal kerja dan kredit investasi. 

“Momentum tersebut diharapkan akan meningkatkan permintaan kredit, baik pada segmen konsumsi maupun kredit modal kerja,” ujarnya.

Kredit Produktif Jadi Penggerak Pertumbuhan

OJK menekankan bahwa fokus pertumbuhan kredit tahun ini tetap pada kredit produktif. Kredit modal kerja dan kredit investasi menjadi pendorong utama ekspansi sektor usaha, terutama menjelang awal tahun 2026. 

Dian menambahkan bahwa kualitas kredit diharapkan tetap terjaga melalui penerapan tata kelola yang baik dan pengelolaan risiko yang memadai.

“Sejalan dengan proyeksi pertumbuhan kredit yang positif di tahun 2026, OJK melihat permintaan kredit pada Kuartal I 2026 memiliki potensi untuk tetap tumbuh positif,” jelas Dian. 

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada risiko global maupun domestik, fundamental perbankan Indonesia cukup kuat untuk mendukung ekspansi kredit.

Selain itu, pertumbuhan kredit tahun ini juga diperkirakan akan mendapat dukungan dari transmisi kebijakan moneter yang lebih efektif, tren penurunan suku bunga pinjaman, serta percepatan belanja pemerintah. 

Kombinasi faktor-faktor tersebut menciptakan lingkungan yang kondusif bagi dunia usaha untuk memanfaatkan kredit sebagai modal pengembangan bisnis.

Peran Investasi dan Belanja Pemerintah dalam Mendongkrak Kredit

OJK menilai bahwa investasi swasta juga akan menjadi katalis bagi pertumbuhan kredit pada awal tahun 2026. Aktivitas investasi diharapkan mampu mendorong penyaluran kredit modal kerja dan investasi, yang pada gilirannya memperkuat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. 

Dian menyatakan, “Investasi swasta juga diharapkan akan menjadi katalis untuk pertumbuhan kredit pada awal tahun 2026.”

Selain itu, belanja pemerintah yang dipercepat akan memberikan stimulus tambahan bagi permintaan kredit di berbagai sektor, mulai dari perdagangan hingga jasa. 

Dengan kombinasi kebijakan fiskal dan moneter yang mendukung, OJK optimistis kredit perbankan dapat tumbuh positif meski menghadapi ketidakpastian global dan risiko inflasi.

Data Pertumbuhan Kredit Menunjukkan Tren Positif

Data Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa pada 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,69 persen (yoy), menunjukkan momentum pemulihan yang baik. 

BI memproyeksikan kredit pada 2026 akan tumbuh di kisaran 8-12 persen (yoy). Pertumbuhan ini juga tercermin pada masing-masing kelompok penggunaan kredit, yaitu kredit investasi sebesar 21,06 persen, kredit modal kerja 4,52 persen, dan kredit konsumsi 6,58 persen pada 2025.

Kondisi ini menegaskan bahwa pertumbuhan kredit tidak hanya bersifat numerik, tetapi juga didukung oleh kualitas dan komposisi kredit yang sehat. 

Dengan dukungan kebijakan moneter yang lebih efektif dan momentum musiman seperti Ramadhan dan Idul Fitri, permintaan kredit di awal tahun diperkirakan akan tetap kuat dan berkelanjutan.

Prediksi Optimistis OJK untuk Kuartal I

Berdasarkan kondisi tersebut, OJK menilai penyaluran kredit perbankan pada Kuartal I 2026 berpotensi tumbuh positif, terutama didorong oleh aktivitas konsumsi rumah tangga yang meningkat dan dinamika sektor usaha yang lebih aktif. 

Tren ini juga akan dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti suku bunga pinjaman yang cenderung menurun serta kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi domestik.

Optimisme OJK menunjukkan bahwa perbankan Indonesia siap memanfaatkan momentum awal tahun untuk memperkuat penyaluran kredit, baik kepada sektor produktif maupun segmen konsumsi. 

Hal ini menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus memperkuat keyakinan pasar terhadap stabilitas dan daya tahan sektor perbankan di tengah ketidakpastian global.

Dengan prediksi pertumbuhan yang solid, kombinasi antara faktor musiman, investasi swasta, dan percepatan belanja pemerintah diyakini akan menjadi pendorong utama kredit tetap ekspansif. 

OJK menegaskan bahwa fokus pada kualitas kredit tetap menjadi prioritas agar pertumbuhan kredit yang tinggi tidak mengorbankan kesehatan sistem perbankan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index