Pajak

Purbaya Perluas Bandwidth Coretax Hadapi Lonjakan Akses Pajak

Purbaya Perluas Bandwidth Coretax Hadapi Lonjakan Akses Pajak
Purbaya Perluas Bandwidth Coretax Hadapi Lonjakan Akses Pajak

JAKARTA - Pemerintah mengambil langkah antisipatif untuk memastikan kelancaran sistem perpajakan digital Coretax menjelang periode pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan. 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, pemerintah akan memperluas kapasitas bandwidth sistem Coretax guna menghadapi lonjakan akses wajib pajak, sehingga potensi gangguan saat pengisian data dapat diminimalkan.

Langkah ini muncul setelah Purbaya menerima masukan dari Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Panju Sjahrir, terkait kendala yang dialami saat penginputan data ke Coretax. Menurut Purbaya, beberapa masalah yang terjadi sebelumnya kemungkinan disebabkan oleh kapasitas bandwidth yang terbatas. 

“Saya curiga salah satu masalah waktu Pandu masukin [data ke Coretax] enggak masuk karena mungkin bandwidth-nya kurang. Kurang lebar karena mungkin banyak sekali yang masuk pada waktu itu,” jelas Purbaya.

Dengan penyesuaian ini, pemerintah menargetkan sistem Coretax dapat melayani seluruh wajib pajak tanpa gangguan, terutama pada bulan Februari hingga April, yang dikenal sebagai periode krusial pelaporan SPT.

Upaya Pemerintah Mengatasi Kendala Akses

Purbaya menegaskan bahwa masalah akses Coretax sebelumnya bukanlah akibat dari kegagalan sistem secara keseluruhan, melainkan terkait kepadatan pengguna yang masuk bersamaan. 

“Jadi masalah tadi mampetnya, mampetnya crowded, apa, terlalu padatnya orang yang masuk tidak menjadi masalah dari Coretax-nya,” ujarnya.

Sebelumnya, Purbaya langsung mendatangi kantor pusat BPI Danantara untuk meninjau kondisi Coretax secara langsung setelah menerima keluhan dari tim Danantara. 

“Ini saya bawa tim IT sama tim dari kantor KPP pajak sini yang mau ke Danantara untuk membantu memasukkan data-data itu. Saya mau lihat konyol apa tidak Coretax-nya,” kata Purbaya.

Dari pengecekan tersebut, ditemukan bahwa kendala yang terjadi hanya terbatas pada beberapa akun tertentu dan bersifat minor. Hal ini menunjukkan bahwa sistem Coretax secara keseluruhan berjalan dengan baik, dan masalah sebelumnya bukanlah kegagalan teknis utama.

Penyesuaian Bandwidth dan Software Sebagai Solusi

Untuk mengantisipasi masalah serupa di masa mendatang, pemerintah berencana memperluas kapasitas bandwidth Coretax. Purbaya menegaskan, perluasan ini akan dilakukan dalam waktu dekat agar sistem mampu menampung lonjakan akses pengguna, khususnya pada periode pelaporan SPT tahunan.

Selain itu, tim teknologi otoritas pajak akan melakukan penyesuaian software minor berdasarkan temuan di lapangan. Purbaya memastikan proses ini tidak akan memakan waktu lama, dan sistem diharapkan sudah berjalan optimal dalam satu hingga dua minggu ke depan. 

“Hanya ada [kendala] minor saja, nanti ada sedikit penyesuaian software. Mungkin satu sampai dua minggu sudah selesai, tetapi itu tidak penting-penting amat. Sekarang sudah beres semuanya, sistem berjalan dengan baik,” jelasnya.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap Coretax dapat menjadi sarana yang andal bagi wajib pajak dalam menyampaikan laporan SPT tanpa hambatan teknis.

Implikasi Bagi Wajib Pajak dan Kepercayaan Publik

Peningkatan kapasitas sistem Coretax tidak hanya berdampak pada kelancaran pelaporan pajak, tetapi juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan digital yang responsif dan aman. Wajib pajak diharapkan dapat mengakses sistem dengan nyaman tanpa mengalami gangguan atau keterlambatan.

Langkah antisipatif ini juga memperkuat kepercayaan publik terhadap penggunaan teknologi dalam administrasi perpajakan. Dengan bandwidth yang lebih luas dan software yang disesuaikan, Coretax diyakini mampu menangani lonjakan akses secara lebih efektif, sekaligus mendukung transparansi dan efisiensi proses pelaporan pajak.

Kesiapan sistem yang optimal menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menghadapi periode pelaporan SPT tahunan dengan lancar. Dengan pengawasan langsung dan perbaikan berkelanjutan, Coretax diharapkan menjadi tulang punggung digitalisasi administrasi perpajakan Indonesia, meminimalkan risiko gangguan teknis, dan memberikan pengalaman positif bagi seluruh wajib pajak.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index