Abon Ikan

Abon Ikan Sapu-sapu Ciliwung Kaya Sumber Protein Tinggi

Abon Ikan Sapu-sapu Ciliwung Kaya Sumber Protein Tinggi
Abon Ikan Sapu-sapu Ciliwung Kaya Sumber Protein Tinggi

JAKARTA - Keberlimpahan ikan sapu-sapu di Sungai Ciliwung ternyata menyimpan peluang besar bagi industri pangan Indonesia. 

Tidak hanya sebagai ikan konsumsi biasa, penelitian terbaru menunjukkan bahwa ikan ini memiliki kandungan protein tinggi yang membuatnya berpotensi diolah menjadi produk makanan olahan, salah satunya abon. 

Temuan ini membuka jalan baru bagi pemanfaatan ikan yang selama ini dianggap sebagai hama lingkungan.

Ikan Sapu-sapu Sebagai Bahan Baku Pangan Bergizi

Ikan dikenal sebagai sumber protein, lemak, mineral, dan vitamin yang penting bagi kesehatan manusia. Namun, tidak semua jenis ikan dimanfaatkan secara optimal. 

Ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis), misalnya, masih jarang digunakan sebagai bahan baku olahan pangan, meskipun populasinya melimpah di daerah Sungai Ciliwung.

Haninah, Handhini Dwi Putri, Dewi Elfidasari, dan Irawan Sugoro dari Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Al Azhar Indonesia, bersama Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN, melakukan penelitian untuk meneliti potensi nutrisi ikan sapu-sapu. 

Studi mereka berjudul "Kandungan Nutrisi Abon Ikan Sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) Asal Sungai Ciliwung, Indonesia" mengungkap fakta menarik mengenai kandungan gizinya.

Kandungan Protein Melampaui Standar

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan sapu-sapu memiliki kandungan protein lebih dari 20 persen dan lemak kurang dari 5 persen. Nilai ini menjadikannya kandidat ideal untuk diolah menjadi abon, produk olahan ikan yang populer di masyarakat. 

Selama ini, pemanfaatan abon didominasi oleh ikan air tawar seperti lele, patin, gabus, dan mas, sementara ikan sapu-sapu belum pernah dijadikan pilihan.

Analisis proksimat yang dilakukan oleh para peneliti mencakup pengukuran kadar air, abu, protein, dan lemak. Metode yang digunakan meliputi metode Kheldahl untuk analisis protein dan metode ekstraksi untuk lemak. 

Berdasarkan hasil uji laboratorium, abon dari ikan sapu-sapu memiliki kadar abu 5,47 persen, kadar air 2,24 persen, protein 39,08 persen, dan lemak 30,59 persen.

Tiga parameter yakni kadar abu, air, dan protein dinyatakan memenuhi persyaratan mutu abon berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 7690.1:2013. Protein abon ikan sapu-sapu bahkan berada di atas batas minimal 30 persen, menegaskan potensi tinggi ikan ini sebagai bahan pangan bergizi.

Tantangan Kadar Lemak yang Perlu Diperhatikan

Meski kadar protein memuaskan, penelitian juga menemukan bahwa lemak abon ikan sapu-sapu mencapai 30,59 persen. Nilai ini sedikit melebihi batas maksimal lemak menurut SNI 01-3707-1995, yang mensyaratkan maksimal 30 persen. 

Kadar lemak abon juga jauh lebih tinggi dibandingkan lemak alami daging ikan sapu-sapu yang hanya sekitar 1,12 persen berdasarkan penelitian sebelumnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa proses pembuatan abon dapat memengaruhi komposisi lemak dalam produk akhir. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut sangat diperlukan untuk memastikan abon tetap memenuhi standar mutu. 

Para peneliti menekankan pentingnya menguji kandungan nutrisi abon tanpa menggunakan santan, serta melakukan uji lanjutan terkait kadar logam, lemak esensial, dan uji mikrobiologi.

Potensi Pengembangan dan Pemanfaatan

Penemuan ini memberikan arah baru bagi pemanfaatan ikan sapu-sapu yang selama ini jarang diolah secara optimal. Dengan kandungan protein tinggi dan karakteristik yang sesuai untuk dijadikan abon, ikan ini bisa menjadi alternatif sumber protein bagi masyarakat. 

Selain itu, pemanfaatan ikan sapu-sapu juga berpotensi membantu pengendalian populasi ikan invasif di Sungai Ciliwung.

Langkah berikutnya adalah mengembangkan metode pengolahan yang menjaga kandungan gizi, menurunkan kadar lemak berlebih, dan memastikan keamanan pangan. Dengan penelitian lanjutan, abon ikan sapu-sapu bisa hadir sebagai produk lokal inovatif yang sehat dan bernilai ekonomi tinggi.

Penelitian ini sekaligus menjadi bukti bahwa sumber daya alam yang selama ini kurang diperhatikan bisa diubah menjadi peluang baru. Ikan sapu-sapu bukan hanya hama sungai, tetapi juga potensi pangan bergizi tinggi yang menunggu untuk dimanfaatkan secara maksimal.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index