JAKARTA - Penggunaan juru taktik asing untuk melatih tim nasional kini sudah menjadi pemandangan biasa dalam kancah sepak bola modern. Kendati demikian, sejarah Piala Dunia menyajikan fenomena yang berbeda.
Sejak pertama kali digelar pada tahun 1930, kompetisi akbar ini selalu melahirkan pola yang unik. Seluruh tim yang berhasil mengangkat trofi juara selalu diarsiteki oleh pelatih yang berasal dari negara yang sama dengan tim tersebut. Dari Uruguay, Italia, Brasil, Jerman, sampai Argentina, rekam jejak tersebut tidak pernah terputus.
Pada turnamen sebelumnya, tren ini kembali terbukti. Lionel Scaloni berhasil memandu Tim nasional sepak bola Argentina keluar sebagai pemenang Piala Dunia 2022, sekaligus menambah panjang daftar pelatih domestik yang berhasil mempersembahkan trofi paling bergengsi di bumi ini kepada negaranya.
Kesuksesan tersebut dipercaya bukan hanya karena faktor taktik di atas lapangan semata. Juru taktik lokal dinilai memiliki kedekatan serta pemahaman yang lebih mendalam mengenai sifat pemain, budaya sepak bola setempat, hingga identitas bangsa, sehingga sanggup menciptakan ikatan emosional yang kokoh antara skuad dan para suporter.
Saat ini, kompetisi Piala Dunia 2026 sudah menginjak babak delapan besar. Hal yang menarik adalah mayoritas tim yang masih bertahan kini ditangani oleh pelatih asal negara mereka sendiri. Kenyataan tersebut kembali menguak pembahasan mengenai mitos supremasi pelatih lokal menjelang dimulainya perebutan tempat di semifinal.
Para juru taktik tersebut di antaranya adalah Didier Deschamps yang menakhodai Tim nasional sepak bola Prancis, Ståle Solbakken bersama timnas Norwegia, Luis de la Fuente yang memimpin timnas Spanyol, Lionel Scaloni di timnas Argentina, Murat Yakin bersama timnas Swiss, serta Mohamed Ouahbi, sosok berkebangsaan Maroko-Belgia yang memimpin Maroko saat ini.
Melihat komposisi yang ada, peluang bertahannya dominasi pelatih lokal kembali terbuka lebar. Dari jajaran pelatih yang tersisa, terdapat dua nama yang sudah pernah merasakan kejayaan merengkuh trofi dunia, yaitu Didier Deschamps ketika membawa Tim nasional sepak bola Prancis meraih juara pada edisi 2018, dan Lionel Scaloni saat mengantar Tim nasional sepak bola Argentina merebut takhta juara pada edisi 2022.
Di sisi lain, pada fase 8 besar ini tercatat hanya ada dua tim yang mempercayakan kursi kepelatihan mereka kepada juru taktik asing.
Tim tersebut adalah Tim nasional sepak bola Belgia yang diarsiteki oleh Rudi Garcia yang berkebangsaan Prancis, serta Tim nasional sepak bola Inggris yang berada di bawah komando Thomas Tuchel yang berkebangsaan Jerman.
Apabila salah satu dari kedua tim nasional tersebut berhasil keluar sebagai kampiun Piala Dunia 2026, mereka akan mencetak sejarah baru sekaligus mematahkan dominasi panjang para pelatih domestik yang selama ini terus bertahan dalam sejarah turnamen.
Fase perempat final Piala Dunia 2026 sendiri bakal dibuka pada hari Jumat (10/7) dini hari WIB, melalui pertandingan antara Tim nasional sepak bola Maroko melawan Tim nasional sepak bola Prancis pada pukul 03.00 WIB.
Satu hari berikutnya, giliran Tim nasional sepak bola Spanyol yang akan bertanding melawan Tim nasional sepak bola Belgia pada hari Sabtu (11/7) pukul 02.00 WIB.
Sementara itu, dua laga perempat final lainnya bakal digelar pada hari Minggu (12/7). Tim nasional sepak bola Norwegia diplot untuk bersua dengan Tim nasional sepak bola Inggris pada pukul 04.00 WIB, sebelum laga penutup yang mempertemukan sang juara bertahan Tim nasional sepak bola Argentina dengan Tim nasional sepak bola Swiss pada pukul 08.00 WIB.
Kutipan Asli Judul Artikel Asal: "Babak 8 Besar & Pembuktian Mitos Juara Piala Dunia Selalu Dilatih Pelatih Lokal"
Daftar Juara Piala Dunia 5 Edisi Terakhir:
- Piala Dunia Qatar 2022 - Juara: Argentina (Pelatih: Lionel Scaloni)
- Piala Dunia Rusia 2018 - Juara: Prancis (Pelatih: Didier Deschamps)
- Piala Dunia Brasil 2014 - Juara: Jerman (Pelatih: Joachim Loew)
- Piala Dunia Afrika Selatan 2010 - Juara: Spanyol (Pelatih: Vicente del Bosque)
- Piala Dunia Jerman 2006 - Juara: Italia (Pelatih: Marcello Lippi)