Indonesia Bidik Tuan Rumah Konferensi COP 18 CBD 2028

Indonesia Bidik Tuan Rumah Konferensi COP 18 CBD 2028
Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Jumhur Hidayat. (Foto: NET)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia lewat Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) kini tengah menjajaki pencalonan diri demi menjadi tuan rumah Konferensi Para Pihak ke-18 Konvensi Keanekaragaman Hayati (COP 18 CBD) yang direncanakan bergulir pada tahun 2028 nanti.

Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Jumhur Hidayat dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat, mengungkapkan bahwa rencana pencalonan itu sudah memperoleh dukungan dari bermacam pemangku kepentingan, baik di tingkat domestik maupun mancanegara.

"Sebagai salah satu negara dengan tingkat keanekaragaman hayati terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar mengembangkan mekanisme pendanaan berbasis konservasi yang menjaga ekosistem sekaligus memberi manfaat ekonomi," kata Menteri LH Jumhur Hidayat.

Langkah strategis dalam diplomasi lingkungan hidup global ini dibicarakan secara intensif oleh Menteri LH Jumhur Hidayat sewaktu bersua dengan Co-Chair International Advisory Panel on Biodiversity Credits (IAPB) Dame Amelia Fawcett di London, Inggris, Kamis (25/6/2026).

Pertemuan yang bergulir di tengah-tengah rangkaian agenda London Climate Week tersebut pun dimanfaatkan guna memperkokoh langkah penyusunan skema biodiversity credit selaku instrumen pendanaan baru untuk keberlanjutan ekosistem nasional.

Menteri LH Jumhur Hidayat menerangkan bahwa perlindungan keanekaragaman hayati di dalam negeri wajib berjalan selaras dengan pertumbuhan ekonomi, oleh sebab itu mekanisme pendanaan hijau yang berkelanjutan menjadi sangat krusial buat diaplikasikan.

Merespons rencana serta komitmen besar itu, Co-Chair IAPB Dame Amelia Fawcett menganggap Indonesia mempunyai kesempatan besar buat bertransformasi menjadi salah satu negara terdepan dalam tata kelola instrumen pendanaan konservasi global.

Dame Amelia mengapresiasi langkah pembentukan Task Force (Gugus Tugas) Pengembangan Biodiversity Credits oleh KLH yang mengemban tugas merumuskan kajian kebijakan, merancang skema penerapan, dan memetakan proyek percontohan.

Inovasi taktis ini dipandang mengirimkan pesan kuat mengenai kolaborasi lintas negara sekaligus memosisikan Indonesia sebagai salah satu pelopor dalam pengembangan kredit keanekaragaman hayati di wilayah Asia lewat semangat yang positif.

Untuk memperkuat posisi tawar pada level internasional, Indonesia bersama IAPB pun mufakat untuk mendongkrak kerja sama kemitraan pengetahuan serta memperdalam dialog dalam forum global COP 17 CBD yang bakal diselenggarakan di Yerevan, Armenia pada Oktober 2026 mendatang.

"Inisiatif Indonesia menjadi pelopor pengembangan biodiversity credits di kawasan Asia dan global. Hal ini memberi pesan penting terhadap kolaborasi antarnegara dan para pihak untuk meningkatkan konservasi keanekaragaman hayati dengan semangat nature positive," kata Dame Amelia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index