JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI kini tengah memprioritaskan isu perlindungan anak lewat inisiatif Gerakan Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika (Ananda Bersinar).
Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengungkapkan bahwa BNN serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mempunyai sejumlah titik temu tugas yang bisa diintegrasikan guna menjaga generasi penerus bangsa.
"Kesamaan fokus tersebut membuka peluang yang luas bagi kedua lembaga untuk mengembangkan berbagai program kolaboratif, termasuk pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang berdekatan dengan Hari Anak Nasional," ujar Komjen Pol. Suyudi dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Ananda Bersinar sendiri merupakan kampanye edukasi dan program strategis berskala nasional yang dicetuskan oleh BNN untuk membentengi generasi muda dari bahaya narkotika sejak usia dini.
Terkait peringatan HANI tahun ini, ia menuturkan bahwa BNN tidak mengadakan acara seremonial besar, melainkan ingin mengajak Kementerian PPPA untuk bekerja sama dalam menghadirkan kegiatan yang lebih bermanfaat bagi khalayak.
Sehubungan dengan hal tersebut, dalam pertemuan di Jakarta, Rabu (10/6), kedua instansi membahas rencana kolaborasi untuk memperingati Hari Anak Nasional serta HANI 2026, sekaligus menjajaki pembaruan kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS).
Dalam kesempatan yang sama, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi merespons positif ajakan tersebut dan menekankan bahwa kedua lembaga memiliki visi serupa dalam melindungi anak dari berbagai ancaman, termasuk narkotika.
“Tujuan yang ingin dicapai sejatinya sama. Saya melihat banyak program dan berbagai upaya yang dijalankan Kementerian PPPA dapat disinergikan dengan program-program BNN untuk memberikan manfaat yang lebih luas” tutur Arifatul.
Selain membahas agenda peringatan Hari Anak Nasional dan HANI, kedua pihak bersepakat untuk menguatkan kerja sama dengan melakukan pembaruan MoU yang sebelumnya telah berakhir pada tahun 2025.
Sebagai langkah lanjutan, BNN dan Kementerian PPPA akan membentuk tim gabungan guna mempersiapkan beragam program kolaboratif yang berkelanjutan, baik di tingkat pusat maupun daerah.