JAKARTA - Pemerintah Indonesia menegaskan kesiapannya dalam memastikan kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H atau Lebaran 2026.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan perintah tegas agar tidak ada kelangkaan BBM pada periode tersebut. Hal ini diungkapkan Bahlil usai mengikuti rapat terbatas (ratas) pada Rabu di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
“BBM nggak boleh ada langka, kemudian LPG, kita harus memantau semua perkembangan yang ada dalam kesiapan Lebaran terutama menyangkut energi,” ujar Bahlil.
Dengan adanya perintah ini, pemerintah berfokus untuk memastikan distribusi energi lancar agar masyarakat dapat menjalani Lebaran dengan aman tanpa ada masalah terkait pasokan energi, khususnya BBM dan gas elpiji.
Pentingnya Penyimpanan BBM yang Memadai
Dalam rapat tersebut, Bahlil juga mengungkapkan salah satu tantangan utama dalam pengelolaan energi Indonesia, yakni terbatasnya kapasitas penyimpanan BBM. Saat ini, Indonesia hanya memiliki cadangan BBM yang cukup untuk 25 hari ke depan.
Bahlil menegaskan bahwa hal ini perlu segera diperbaiki, dengan membangun fasilitas penyimpanan BBM yang lebih besar dan mampu menampung cadangan lebih lama.
“Makanya sekarang arahan Bapak Presiden segera kita membangun storage. Jadi bukan kita nggak punya cadangan untuk mengisi minyak, tapi sekarang mau taruh di mana,” ucap Bahlil.
Keberadaan storage atau tempat penyimpanan BBM yang memadai sangat penting untuk mengantisipasi kekurangan pasokan, terutama dalam menghadapi lonjakan permintaan seperti saat Lebaran.
Dengan adanya infrastruktur penyimpanan yang lebih besar, cadangan BBM di Indonesia dapat bertahan lebih lama, yakni hingga satu hingga tiga bulan.
Pembangunan storage ini menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas pasokan BBM, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga menghadapi potensi krisis energi global yang dapat mempengaruhi pasokan dalam negeri.
Meski begitu, Bahlil juga menegaskan bahwa ini bukan masalah yang perlu disalahkan oleh siapa pun, melainkan tantangan yang harus diselesaikan bersama.
Harga BBM Subsidi Dijamin Stabil
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga memberikan kepastian terkait harga BBM subsidi menjelang Idul Fitri 1447 H. Ia menegaskan bahwa harga BBM subsidi akan tetap stabil dan tidak ada kenaikan hingga Lebaran 2026, meskipun ada faktor eksternal seperti lonjakan harga minyak dunia akibat konflik internasional di Timur Tengah.
“Untuk harga BBM subsidi, saya pastikan bahwa sampai dengan Hari Raya tidak ada kenaikan apa-apa. Sekalipun ada terjadi kenaikan harga minyak akibat perang Israel, Amerika, dan Iran,” kata Bahlil.
Pernyataan ini memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama mereka yang bergantung pada BBM bersubsidi untuk kebutuhan sehari-hari. Pemerintah berusaha menjaga kestabilan harga agar masyarakat tidak terbebani, terutama menjelang periode Lebaran yang identik dengan perjalanan dan konsumsi energi yang lebih tinggi.
Namun, untuk BBM non-subsidi, Bahlil menjelaskan bahwa harganya akan mengikuti mekanisme pasar. “Kalau untuk harga BBM yang non-subsidi, itu memang mekanisme pasar, dan itu kan sesuai dengan permen tahun 2022 daripada SDM,” jelasnya.
Hal ini berarti, meskipun ada penyesuaian harga BBM non-subsidi, harga tersebut akan disesuaikan dengan fluktuasi pasar global.
Kesiapan Pasokan Energi Jelang Lebaran
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga menambahkan bahwa selain BBM, pasokan elpiji juga dipastikan aman menjelang Lebaran. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa pasokan energi lainnya, seperti gas elpiji, tetap tersedia dengan cukup.
Meskipun situasi global, khususnya di Timur Tengah, sedang memanas, Bahlil meyakinkan masyarakat bahwa stok BBM dan elpiji Indonesia tetap terjaga dengan baik.
“Stok BBM kita untuk menjelang Hari Raya Idul Fitri, Insya Allah semua aman, termasuk dengan elpiji. Jadi tidak perlu ada keraguan, sekalipun memang ada terjadi dinamika global di Iran dan Israel,” ujar Bahlil.
Pemerintah memastikan bahwa meskipun ada ketidakpastian yang muncul dari kondisi geopolitik dunia, Indonesia memiliki mekanisme untuk menjaga ketahanan energi domestik dan memastikan kebutuhan masyarakat selama Lebaran dapat terpenuhi dengan baik.
Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat, baik di kota besar maupun daerah terpencil, bisa merayakan Lebaran dengan nyaman tanpa terganggu oleh kelangkaan BBM atau elpiji.
Hal ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempersiapkan infrastruktur energi yang lebih baik dan memadai untuk jangka panjang.