Tol Fungsional

Tol Fungsional Solo-Jogja Percepat Mudik Lebaran 2026

Tol Fungsional Solo-Jogja Percepat Mudik Lebaran 2026
Tol Fungsional Solo-Jogja Percepat Mudik Lebaran 2026

JAKARTA - Tol fungsional Solo–Jogja yang akan beroperasi pada arus mudik dan balik Lebaran 2026 diperkirakan dapat memberikan dampak signifikan dalam mempercepat perjalanan. 

Sebelumnya, perjalanan antara Klaten, Yogyakarta, dan sekitarnya memakan waktu sekitar 45 menit, namun dengan adanya jalur tol baru ini, waktu tempuh diperkirakan bisa lebih cepat hingga 20 menit saja.

 Kehadiran tol ini tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi waktu perjalanan, tetapi juga membuka akses lebih mudah ke destinasi wisata unggulan, seperti Candi Prambanan, yang dapat menarik lebih banyak wisatawan.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan bahwa jalur tol ini tidak hanya akan memudahkan mobilitas masyarakat, tetapi juga memberikan kemudahan akses bagi wisatawan yang menuju kawasan wisata penting di sekitar Yogyakarta dan Solo. 

Seiring dengan meningkatnya volume kendaraan selama mudik Lebaran, keberadaan tol fungsional ini diprediksi akan mengurangi kemacetan dan memperlancar arus lalu lintas.

Dua Jalur Tol Fungsional untuk Lebaran 2026

Jasa Marga bersama Korlantas Polri dan Kementerian Perhubungan telah memastikan kesiapan dua jalur tol fungsional yang akan beroperasi menjelang Lebaran 2026. 

Jalur pertama adalah Tol Solo–Jogja–YIA Kulonprogo, tepatnya segmen Prambanan–Purwomartani, yang memiliki panjang 11,48 kilometer. Jalur kedua adalah Tol Jogja–Bawen Seksi 6, dengan panjang 4,98 kilometer, yang akan menghubungkan ruas Ambarawa–Bawen.

Pengoperasian sementara kedua jalur ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan kendaraan dari arah Jakarta dan Semarang yang menuju Solo dan Yogyakarta selama periode puncak Lebaran. 

Dengan adanya tambahan jalur ini, arus kendaraan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah diharapkan dapat terdistribusi dengan lebih merata, mengurangi kepadatan di jalan-jalan utama.

Inspeksi dan Persiapan Infrastruktur

Untuk memastikan jalur fungsional ini aman dan layak digunakan, PT Jasa Marga bersama pihak terkait telah melakukan inspeksi lapangan pada 22–23 Januari 2026. 

Kegiatan ini melibatkan Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Inspeksi bertujuan untuk memeriksa kesiapan infrastruktur, keselamatan, dan kelayakan operasional agar jalur tol ini dapat digunakan dengan lancar selama musim mudik.

Rivan A. Purwantono menekankan bahwa seluruh aspek keselamatan dan kelayakan operasional telah dipastikan sebelum jalur fungsional ini dibuka untuk masyarakat. 

Selain itu, berbagai fasilitas pendukung, seperti CCTV, radar pemantau lalu lintas, serta sistem traffic counting, telah disiapkan untuk memastikan kelancaran perjalanan. Dengan persiapan yang matang, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berlangsung dengan lancar dan aman.

Potensi Mengurangi Kemacetan dan Penerapan Rekayasa Lalu Lintas

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho juga menyebutkan bahwa kehadiran dua jalur tol fungsional ini akan sangat membantu dalam memecah arus kendaraan yang datang dari Jakarta dan Semarang menuju Solo dan Yogyakarta. 

Pengaturan yang lebih efektif dengan skema rekayasa lalu lintas seperti one way atau contraflow bisa dilakukan dengan lebih optimal.

“Pemecahan arus kendaraan ini akan mempermudah penerapan rekayasa lalu lintas yang lebih efisien saat volume kendaraan meningkat,” ujar Agus. Dengan adanya jalur tol baru ini, pengalihan arus kendaraan di jalan-jalan utama akan lebih mudah diatur, dan kemacetan yang biasanya terjadi pada puncak musim mudik dapat dikurangi.

Koordinasi yang intensif antara Jasa Marga dan pihak kepolisian juga telah dilakukan, terutama untuk pengaturan akses keluar-masuk tol di segmen Prambanan–Purwomartani. 

Pengaturan akses keluar-masuk tol ini sangat penting untuk memastikan bahwa arus kendaraan tetap lancar, terutama selama periode puncak mudik yang diprediksi akan melibatkan banyak kendaraan.

Kesiapan Jalur Tol untuk Meningkatkan Mobilitas Wisatawan

Selain untuk memperlancar arus mudik, pengoperasian tol fungsional ini juga memberikan manfaat bagi sektor pariwisata. Rivan menegaskan bahwa jalur tol ini tidak hanya mempermudah akses ke Solo dan Yogyakarta, tetapi juga membuka jalan yang lebih cepat menuju berbagai destinasi wisata, seperti Candi Prambanan yang merupakan salah satu daya tarik utama di wilayah tersebut.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, juga menambahkan bahwa keberadaan tol fungsional Ambarawa–Bawen akan sangat membantu distribusi arus kendaraan, terutama bagi mereka yang menuju Magelang dan Temanggung. 

Keberadaan jalur ini akan mengurangi kemacetan di Exit Tol Bawen yang sering kali menjadi titik penyumbatan arus lalu lintas selama musim mudik.

“Tol fungsional ini sangat strategis, terutama bagi masyarakat yang menuju Magelang dan Temanggung. Jalur ini dapat mengurangi kepadatan yang terjadi selama musim mudik,” ujarnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index