OCBC

OCBC Sekuritas Gandeng Perusahaan Baru Melantai di Bursa 2026

OCBC Sekuritas Gandeng Perusahaan Baru Melantai di Bursa 2026
OCBC Sekuritas Gandeng Perusahaan Baru Melantai di Bursa 2026

JAKARTA - OCBC Sekuritas bersiap menjadi motor penggerak masuknya perusahaan-perusahaan baru ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2026. 

Direktur Utama OCBC Sekuritas, Betty Goenawan, mengungkapkan bahwa perusahaan sekuritas ini akan menggandeng minimal empat perusahaan untuk melantai di pasar modal. 

Strategi ini diharapkan mendorong pertumbuhan sektor menengah di BEI dan memperluas pilihan investasi bagi investor domestik.

Fokus pada Perusahaan Medium Cap

Menurut Betty, hingga awal tahun ini OCBC Sekuritas baru menerima tiga perusahaan yang siap melantai, sementara satu perusahaan tambahan memberikan mandat beberapa pekan lalu. 

Ia menegaskan, keempat perusahaan tersebut bukanlah perusahaan besar (big cap), melainkan medium cap dengan nilai emisi di atas Rp250 miliar. 

Untuk jadwal IPO, satu perusahaan diperkirakan akan melantai pada kuartal pertama 2026, dua perusahaan pada kuartal kedua, dan satu perusahaan lagi pada kuartal ketiga.

“Ini bukan yang big [cap] ya, jadi ini medium cap. Tapi semuanya itu di atas Rp250 miliar, terus kemudian yang akan [melantai] di kuartal I/2026 ini, perkiraan di bulan Maret,” ujar Betty.

Keempat perusahaan yang akan masuk bursa tersebut berasal dari sektor logistik, teknologi, hingga fast-moving consumer goods (FMCG). 

Walaupun begitu, Betty memilih untuk tidak mengungkap apakah perusahaan-perusahaan ini memiliki keterkaitan dengan konglomerat Tanah Air. 

Pendekatan ini menunjukkan OCBC Sekuritas ingin fokus pada perusahaan dengan fundamental yang kuat, bukan semata-mata nama besar atau afiliasi tertentu.

Potensi Sektor Teknologi dan Konsumer

Betty menekankan bahwa saham-saham sektor teknologi dan konsumer memiliki potensi menguat pada tahun 2026. Stimulus pemerintah yang digelontorkan pada sektor konsumer diyakini bakal meningkatkan kinerja sektor tersebut, seiring dengan pertumbuhan daya beli masyarakat.

“Kita melihat ada potensi penguatan pada sektor teknologi dan consumer. Terutama konsumer, karena stimulus pemerintah bisa menguatkan kinerja sektor ini,” jelas Betty.

Dalam pandangan OCBC Sekuritas, perusahaan yang akan IPO pada kuartal kedua dan ketiga memiliki fokus pada integrated system atau sistem teknologi terpadu, serta produk konsumer. 

Strategi ini menunjukkan bahwa teknologi dan kebutuhan konsumen tetap menjadi sektor yang diminati investor, sekaligus menjadi sektor andalan dalam mendorong pertumbuhan pasar modal menengah.

Komitmen Hanya untuk Perusahaan dengan Fundamental Kuat

OCBC Sekuritas menegaskan, mereka hanya akan menjadi penjamin emisi bagi perusahaan dengan kondisi fundamental solid. Hal ini menjadi tolok ukur untuk meminimalisir risiko bagi investor dan menjaga reputasi perusahaan sekuritas di pasar modal.

“Kalau di kuartal II dan III itu ada berhubungan dengan integrated system. Jadi kategori teknologi, terus kemudian berikutnya kita ada yang FMCG, consumer product,” kata Betty.

Pendekatan selektif ini sekaligus menegaskan strategi OCBC Sekuritas dalam membangun ekosistem IPO yang sehat. Dengan memilih perusahaan berbasis fundamental yang kuat, pasar diharapkan tetap stabil, meski jumlah perusahaan yang IPO termasuk medium cap. 

Investor dapat merasa lebih aman untuk berinvestasi, sementara perusahaan yang masuk bursa mendapat dukungan optimal untuk berkembang.

Optimisme Terhadap Pergerakan IHSG

Selain fokus pada IPO, OCBC Sekuritas juga optimistis terhadap laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tahun 2026. Meski dalam beberapa waktu terakhir indeks cukup volatil, Betty memperkirakan IHSG mampu menembus level 10.000 pada tahun ini.

“Kita tetap optimistis IHSG tembus 10.000 di tahun 2026. Mungkin sekarang ini kan agak di level 8.000–9.000, tapi kita optimis akan kuat sampai 10.000,” ujarnya.

Faktor pendorong penguatan IHSG diprediksi berasal dari saham perbankan, komoditas, dan konsumer. Saham perbankan tetap menunjukkan fundamental yang solid, sehingga menjadi tulang punggung pergerakan indeks. 

Sementara sektor konsumer dan teknologi diproyeksikan tumbuh seiring dengan stimulus dan adopsi teknologi yang meningkat. Optimisme ini sejalan dengan strategi OCBC Sekuritas yang menargetkan perusahaan menengah untuk masuk bursa, sehingga turut berkontribusi pada stabilitas dan pertumbuhan pasar modal.

Dengan strategi yang terukur, OCBC Sekuritas tidak hanya berperan sebagai penjamin emisi, tetapi juga sebagai penggerak pasar yang menjaga keseimbangan antara pertumbuhan jumlah emiten dan stabilitas pasar. 

Kehadiran perusahaan medium cap di BEI diharapkan memberikan pilihan investasi lebih luas, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sektor logistik, teknologi, dan konsumer.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index