GAYA HIDUP

Kapan Waktu Terbaik Minum Air Putih untuk Meningkatkan Metabolisme?

Kapan Waktu Terbaik Minum Air Putih untuk Meningkatkan Metabolisme?
Kapan Waktu Terbaik Minum Air Putih untuk Meningkatkan Metabolisme?

JAKARTA - Air putih adalah salah satu elemen penting yang berperan besar dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Selain mengatur suhu tubuh dan mendukung berbagai fungsi tubuh lainnya, air juga memengaruhi proses metabolisme dalam tubuh. 

Menariknya, waktu minum air putih ternyata dapat memengaruhi efektivitas metabolisme, yang tentunya menjadi perhatian bagi banyak orang yang ingin menjaga kesehatan atau meningkatkan energi tubuh mereka.

Namun, kapan waktu terbaik untuk meminum air putih guna meningkatkan metabolisme? Mengingat begitu banyak manfaat air putih yang kita konsumsi, penting untuk mengetahui waktu yang tepat agar proses metabolisme kita berjalan dengan lebih optimal.

Minum Air Setelah Bangun Tidur untuk Menghidrasi Tubuh

Ahli gizi Anar Allidina menyarankan bahwa waktu terbaik untuk meminum air putih adalah segera setelah bangun tidur. Ketika tidur, tubuh mengalami dehidrasi ringan, sehingga sangat penting untuk segera menghidrasi tubuh di pagi hari. Menurut Allidina, kita disarankan untuk mengonsumsi antara 350 hingga 600 ml air putih dalam waktu 30-60 menit setelah bangun tidur.

Air putih yang dikonsumsi pada waktu ini tidak hanya menghidrasi tubuh setelah berjam-jam tidur, tetapi juga mendukung kesehatan usus dan mengaktifkan proses metabolisme dalam tubuh. Ini karena tubuh membutuhkan air untuk menjaga keseimbangan elektrolit dan mendukung berbagai reaksi kimia yang terjadi sepanjang hari.

Apakah Air Hangat atau Dingin yang Lebih Baik?

Terkait dengan suhu air yang harus dikonsumsi, Allidina memberikan sedikit penjelasan. Ia menjelaskan bahwa meminum air dingin pada pagi hari bisa memiliki manfaat tambahan, yaitu meningkatkan proses termogenesis. Termogenesis adalah proses dimana tubuh menghasilkan panas untuk menyesuaikan suhu tubuh dengan suhu air yang diminum. Akibatnya, metabolisme tubuh akan meningkat sesaat setelah meminum air dingin, yang dapat berkontribusi pada pembakaran kalori.

Di sisi lain, air hangat juga bisa memberikan kenyamanan tertentu, terutama bagi mereka yang lebih suka minum air dalam suhu yang lebih hangat saat pagi hari. Namun, jika tujuan utama Anda adalah untuk meningkatkan metabolisme, air dingin bisa menjadi pilihan yang lebih efektif.

Peran Air Putih Sebelum Berolahraga

Selain di pagi hari, minum air putih sebelum berolahraga juga sangat penting untuk mendukung metabolisme tubuh. Aktivitas fisik seperti olahraga memang menguras energi dan cairan tubuh, sehingga penting untuk memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik sebelum memulai latihan. Sebagai tambahan, tubuh memerlukan air dalam setiap reaksi metabolisme, termasuk proses oksidasi lemak dan transportasi nutrisi.

Dehidrasi, bahkan yang ringan sekalipun, dapat memperlambat produksi energi seluler, sehingga tubuh tidak dapat berfungsi secara optimal selama olahraga. Allidina menekankan bahwa setiap reaksi metabolisme dalam tubuh membutuhkan air, dan tanpa kecukupan cairan, tubuh akan kesulitan untuk membakar kalori dan mengolah lemak dengan efisien.

Oleh karena itu, penting untuk meminum air putih sebelum berolahraga. Jumlah yang disarankan adalah sekitar 200-300 ml air sekitar 30 menit hingga 1 jam sebelum aktivitas fisik. Ini akan membantu tubuh tetap terhidrasi dengan baik sehingga performa fisik dan metabolisme tetap optimal selama latihan.

Minum Air Setelah Makan untuk Mendukung Pencernaan

Selain saat bangun tidur dan sebelum olahraga, waktu terbaik lain untuk meminum air putih adalah setelah makan. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa air putih juga berperan penting dalam proses pencernaan. Setelah mengonsumsi makanan, tubuh membutuhkan air untuk membantu memecah makanan dan menyerap nutrisi dengan lebih baik.

Air juga membantu melunakkan makanan di saluran pencernaan, sehingga proses pencernaan berjalan lebih lancar dan tubuh lebih mudah menyerap zat gizi dari makanan yang kita makan. Minum air setelah makan, terutama jika makanan yang kita konsumsi cenderung kaya serat atau lemak, akan mempermudah proses pencernaan tersebut.

Namun, perlu diingat bahwa minum terlalu banyak air sesaat setelah makan bisa membuat rasa kenyang berlebihan dan mengganggu proses pencernaan. Oleh karena itu, disarankan untuk meminum sekitar 200-300 ml air setelah makan. Ini akan membantu proses pencernaan tanpa membuat perut terasa terlalu penuh.

Konsistensi dalam Minum Air Sepanjang Hari

Meski ada waktu tertentu yang disarankan untuk meminum air demi meningkatkan metabolisme, hal terpenting yang perlu diingat adalah konsistensi dalam minum air sepanjang hari. Tidak hanya pada waktu tertentu saja, tubuh membutuhkan asupan air yang cukup setiap saat untuk menjaga metabolisme berjalan dengan baik.

Kekurangan cairan dalam tubuh, atau dehidrasi, dapat memperlambat berbagai proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh. Oleh karena itu, pastikan untuk meminum air secara teratur dan dalam jumlah yang cukup sepanjang hari, terutama jika Anda beraktivitas fisik atau berada di lingkungan yang panas.

Sebagai pedoman umum, seorang dewasa disarankan untuk meminum sekitar 2 hingga 3 liter air putih per hari, tergantung pada aktivitas dan kondisi tubuh masing-masing. Namun, jumlah ini bisa bervariasi tergantung pada banyak faktor, seperti usia, jenis kelamin, berat badan, dan tingkat aktivitas fisik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index