JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali merosot lebih dari 1% pada akhir perdagangan hari ini, Senin (29/6/2026). Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 5.800 hingga 5.945 sebelum akhirnya ditutup melemah sebesar 75,34 poin atau 1,28% ke posisi 5.820,7.
IHSG kekurangan momentum untuk kembali menembus level 6.000. Volume perdagangan pada sesi ini menyentuh 15,4 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 9,10 triliun, serta frekuensi perdagangan yang tercatat sebanyak 1,23 juta kali transaksi.
Berikut adalah rekomendasi teknikal untuk beberapa saham pilihan menjelang perdagangan Selasa (30/6/2026) dari sejumlah analis. Simak ulasan lengkapnya:
1. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL)
Pergerakan saham MTEL terjadi rejection support dan breakout resisten trendline dengan volume pembelian yang meningkat, sehingga berpeluang untuk menguat ke level 525 dan 560.
Pada perdagangan Senin (29/6/2026), MTEL ditutup menguat 3,32% dibanding penutupkan hari sebelumnya ke level Rp 498 per saham.
Rekomendasi: Buy
Support: Rp 468
Resistance: Rp 520
Analis: Analis Kanaka Hita Solvera, Andhika Cipta Labora
2. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
Saham DSSA bergerak konsolidasi dalam rentang level 760-890 dengan indikator MACD menunjukkan tren positif, meski RSI bergerak cenderung landai.
Maka saat ini dapat buy on break jika harga melewati level 900 dengan target menuju resistance 1.170 dan batasi penurunan di support 750. Pada perdagangan Senin (29/6/2026), DSSA ditutup menguat 1,23 % dibanding penutupan hari sebelumnya ke level Rp 825 per saham.
Rekomendasi: Buy on Break
Support: Rp 750
Resistance: Rp 1.170
Analis: VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi
3. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
Pertimbangan terhadap pergerakan saham INDF yakni muncul black body candle dengan RSI melemah dan Stochastic menurun namun volume menurun, bisa entry buy jika bertahan di 6425-6500.
Pada perdagangan Senin (29/6/2026), INDF ditutup melemah 1,86% dibanding penutupan hari sebelumnya ke level Rp 6.600 per saham.
Rekomendasi: Buy On Weakness
Support: Rp 6.450
Resistance: Rp 7.200
Analis: Head of Online Trading BCA Sekuritas, Achmad Yaki