Gudang SRG Berbasis Rel di Bandung Dukung Distribusi Kopi Nasional

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01:32 WIB
PT Kliring Berjangka Indonesia (PT KBI). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Kliring Berjangka Indonesia (PT KBI) mendukung penerapan Sistem Resi Gudang (SRG) berbasis rel lewat peluncuran awal Gudang SRG untuk komoditas kopi di Stasiun Gedebage, Bandung, Jawa Barat. 

Sebagai satu-satunya BUMN yang berperan sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang, PT KBI mendampingi Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) saat meninjau dan menyerahkan persetujuan gudang tersebut. 

Gudang ini merupakan aset PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang dikelola melalui kerja sama dengan PT ASLI Logistik Indonesia, dengan operasional gudang yang ditangani oleh PT Sucofindo (Persero).

Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi langkah penting dalam mengintegrasikan penyimpanan komoditas dengan moda kereta api, sehingga proses distribusi menjadi lebih terukur dan efisien. 

Di masa depan, Gudang SRG Gedebage diproyeksikan tidak hanya berfungsi sebagai penyimpanan, melainkan menjadi hub logistik yang menyambungkan pusat produksi ke pasar domestik maupun mancanegara. 

Integrasi SRG dengan jaringan rel ini bertujuan memperkuat rantai pasok, menekan biaya logistik, serta meningkatkan daya saing produk unggulan nasional. Pada awal operasionalnya, gudang ini mendukung penyimpanan kopi Java Preanger, produk unggulan Jawa Barat yang populer di pasar internasional.

Pengembangan SRG berbasis rel diharapkan memperluas akses pasar bagi pelaku usaha sekaligus mengefisiensikan distribusi ekspor. Direktur Utama PT KBI, Budi Susanto, menyatakan bahwa implementasi ini adalah bentuk sinergi lintas pihak untuk menguatkan ekosistem perdagangan nasional. 

"PT KBI sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang berkomitmen untuk terus mendorong integrasi SRG ke dalam rantai pasok logistik nasional. Kami berharap Jawa Barat dapat menjadi daerah perintis implementasi SRG berbasis rel melalui sinergi yang kuat antara PT KBI dengan BAPPEBTI, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, PT KAI (Persero), PT Sucofindo (Persero), Bank BJB, PT ASLI Logistik Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan terkait," ujar Budi dalam siaran pers, Rabu (17/6/2026).

Potensi komoditas kopi juga terlihat dari aktivitas registrasi di PT KBI. Hingga Mei 2026, kopi mendominasi registrasi di sistem IsWare Next Gen dengan porsi 47 persen. 

Pihak perusahaan menilai capaian ini menunjukkan tingginya pemanfaatan SRG oleh pelaku usaha kopi sebagai instrumen pengelolaan stok dan akses pembiayaan. 

Untuk meningkatkan layanan, PT KBI terus mengoptimalkan digitalisasi melalui pengembangan IsWare Next Gen guna memperkuat efektivitas registrasi, verifikasi kualitas, serta transparansi.

Komitmen pengembangan SRG juga disampaikan PT KBI pada ajang WIITEX 2026 yang digelar bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 

Dalam kesempatan tersebut, perusahaan berinteraksi dengan pelaku usaha serta pembeli internasional dari berbagai negara, seperti Thailand, Malaysia, Filipina, Jerman, Amerika Serikat, dan Arab Saudi. Perusahaan juga mendapatkan dukungan diplomatik untuk pengembangan ekosistem SRG.

"Capaian yang diraih sepanjang 2025 menjadi pijakan penting bagi PT KBI untuk terus membangun ekosistem komoditas yang transparan, terintegrasi, dan berdaya saing global. Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan guna memperluas kontribusi terhadap pengembangan industri komoditas dan perekonomian nasional," tutup Budi.

Terkini