Pemerintah Tentukan Anggaran Konsumsi Jemaah Haji 2026 Sebesar Rp180.000

Senin, 19 Januari 2026 | 13:01:34 WIB
Pemerintah Tentukan Anggaran Konsumsi Jemaah Haji 2026 Sebesar Rp180.000

JAKARTA - Penyelenggaraan ibadah haji 2026 akan diwarnai dengan sejumlah pembaruan, salah satunya terkait alokasi anggaran konsumsi atau makanan bagi jemaah haji. 

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah memutuskan untuk menetapkan anggaran makanan jemaah haji sebesar 40 riyal per orang per hari. 

Anggaran ini setara dengan sekitar Rp180.000 per hari, sebuah keputusan yang dinilai penting guna memastikan kebutuhan konsumsi para jemaah haji dapat terpenuhi dengan baik selama mereka berada di Tanah Suci.

Transparansi Menjadi Fokus Utama dalam Penyelenggaraan Haji 2026

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa transparansi akan menjadi salah satu prinsip utama dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026. 

Ini merupakan tahun pertama Kemenhaj mengelola seluruh aspek penyelenggaraan ibadah haji, termasuk dalam hal konsumsi bagi jemaah. 

Dalam kesempatan peninjauan pendidikan dan pelatihan (Diklat) Petugas Haji 1447 H di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Dahnil menyampaikan komitmennya untuk memberikan informasi yang jelas dan terbuka kepada publik terkait anggaran dan pelaksanaan haji.

Transparansi ini juga menyangkut rincian anggaran konsumsi yang akan diterima oleh para jemaah haji di Arab Saudi. Dahnil membeberkan, bahwa setiap jemaah haji akan mendapatkan makanan dengan alokasi sebesar 40 riyal per hari, yang jika dihitung dengan asumsi kurs Rp4.500 per riyal, setara dengan Rp180.000 per orang. Anggaran ini akan mencakup tiga kali makan sehari, yakni sarapan, makan siang, dan makan malam.

Pembagian Anggaran Konsumsi untuk Tiga Waktu Makan

Rincian anggaran makanan bagi jemaah haji juga dijelaskan oleh Dahnil dalam kesempatan tersebut. Menurutnya, anggaran untuk sarapan ditetapkan sebesar 10 riyal atau sekitar Rp45.000, sedangkan untuk makan siang dan makan malam masing-masing alokasinya adalah 15 riyal, yang setara dengan Rp67.500. 

Pembagian anggaran ini diharapkan dapat memberikan jaminan bahwa kebutuhan nutrisi jemaah haji selama menjalankan ibadah di Arab Saudi dapat tercukupi dengan baik.

Dengan adanya pembagian yang jelas ini, diharapkan kualitas dan kuantitas makanan yang disediakan juga dapat sesuai dengan standar yang dibutuhkan oleh jemaah haji. 

Pemerintah pun berkomitmen untuk memastikan bahwa catering yang disediakan memenuhi syarat keamanan dan kesehatan, mengingat jemaah haji memerlukan asupan yang seimbang untuk menjalankan aktivitas ibadah yang padat dan menuntut kondisi fisik prima.

Peran Media Center Haji dalam Menjamin Informasi yang Akurat

Dahnil juga menyampaikan pentingnya peran Media Center Haji (MCH) dalam menjaga transparansi penyelenggaraan haji. Para jurnalis yang tergabung dalam MCH tidak hanya bertugas untuk meliput kegiatan haji, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat dan keluarga jemaah yang menunggu di Tanah Air. 

Mereka juga harus mengetahui semua aspek terkait pelaksanaan haji, mulai dari akomodasi hotel, transportasi, hingga rincian anggaran konsumsi seperti yang sudah disebutkan.

Sebagai bagian dari transparansi, Kemenhaj akan memberikan informasi lengkap mengenai data akomodasi, catering, dan berbagai aspek penyelenggaraan haji lainnya kepada jurnalis yang meliput. 

Dahnil menegaskan, para jurnalis ini juga merupakan bagian dari petugas haji yang harus memahami seluruh alur dan persiapan terkait layanan haji. Mereka perlu mengetahui secara rinci tentang proses persiapan catering, akomodasi hotel, dan standar pelayanan lainnya yang harus dipenuhi selama pelaksanaan ibadah haji.

Kesiapan Fisik dan Mental Jemaah serta Petugas Haji

Dahnil juga mengingatkan bahwa selain mempersiapkan segala aspek administrasi dan konsumsi, jemaah haji dan petugas haji juga harus mempersiapkan kondisi fisik mereka. 

Menurut Dahnil, hampir 90% dari pelaksanaan ibadah haji melibatkan aktivitas fisik yang cukup intensif. Oleh karena itu, kondisi fisik yang prima sangat penting untuk menjalani seluruh rangkaian ibadah haji, seperti di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Dahnil mengungkapkan, perhatian khusus harus diberikan pada pelayanan jemaah haji di titik-titik yang paling padat dan membutuhkan koordinasi yang sangat baik antar petugas. Ia mengingatkan bahwa pelaksanaan ibadah haji harus dilakukan di bawah satu komando, agar semua proses dapat berjalan lancar dan setiap jemaah mendapatkan pelayanan yang optimal.

Melalui langkah-langkah yang sudah disiapkan, pemerintah berharap seluruh rangkaian ibadah haji 2026 dapat berjalan dengan lancar dan transparan. 

Keputusan untuk menetapkan anggaran konsumsi jemaah haji sebesar Rp180.000 per hari menjadi bagian dari upaya tersebut, sekaligus untuk memastikan bahwa setiap jemaah haji dapat menjalani ibadah mereka dengan penuh kenyamanan, kesehatan, dan keamanan.

Terkini