KESEHATAN

Mengapa Super Flu Lebih Sulit Dilawan oleh Sistem Imun??

Mengapa Super Flu Lebih Sulit Dilawan oleh Sistem Imun??
Mengapa Super Flu Lebih Sulit Dilawan oleh Sistem Imun??

JAKARTA - Super flu, yang kini semakin banyak dibicarakan, ternyata memiliki kemampuan untuk mengalahkan sistem imun tubuh, meski seseorang sebelumnya telah terinfeksi flu. 

Virus ini, khususnya H3N2, memiliki kemampuan untuk menghindari antibodi yang terbentuk setelah infeksi flu sebelumnya. Hal ini membuatnya lebih sulit untuk dilawan oleh sistem imun tubuh dibandingkan dengan influenza musiman biasa.

Menurut penjelasan dokter spesialis paru RS UNS, dr. Brigitta Devi Anindita Hapsari, Sp.P(K), virus H3N2 membawa viral load yang lebih tinggi dan mampu menghindari pengaruh antibodi. 

Alhasil, meskipun tubuh sudah pernah terpapar virus influenza sebelumnya, tubuh tetap bisa kewalahan menghadapi serangan super flu ini. Pada artikel ini, kita akan membahas mengapa super flu lebih sulit dilawan dan mengapa peran vaksin tetap penting untuk meningkatkan respons imun tubuh.

Virus H3N2 Mampu Menghindari Antibodi yang Dibentuk Tubuh

Saat seseorang terinfeksi flu, tubuh akan memproduksi antibodi yang berfungsi untuk melawan virus tersebut jika infeksi terjadi kembali. Antibodi ini berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh yang akan mengingat dan mengenali virus di masa depan. Pada infeksi flu biasa, mekanisme ini biasanya cukup untuk membuat gejala lebih ringan dan pemulihan yang lebih cepat.

Namun, pada super flu, hal ini tidak selalu terjadi. Dr. Brigitta menjelaskan bahwa virus H3N2 memiliki kemampuan luar biasa untuk bersembunyi dari antibodi yang terbentuk setelah infeksi influenza sebelumnya.

 Antibodi dari virus flu lain tidak selalu bisa mengenali virus ini dengan baik. Ini mengakibatkan respons imun menjadi tertunda, bahkan meski tubuh sudah pernah terpapar virus tersebut.

 Pada tahap awal infeksi, tubuh seakan-akan harus menghadapi virus yang benar-benar baru. Proses ini membuat sistem imun lebih lambat dalam memberikan reaksi terhadap infeksi, yang mengakibatkan gejala yang lebih berat.

Viral Load yang Tinggi Menambah Beban pada Sistem Imun

Selain kemampuan untuk menghindari antibodi, super flu juga membawa viral load yang tinggi. Viral load mengacu pada jumlah virus yang ada dalam tubuh dan sedang berkembang biak. Semakin banyak virus yang menginfeksi tubuh, semakin berat kerja sistem imun untuk mengatasinya.

Menurut dr. Brigitta, virus yang menginfeksi tubuh dalam jumlah besar ini akan memperburuk gejala. Sistem imun tubuh harus bekerja lebih keras sejak infeksi pertama kali terjadi. 

Ketika sistem imun kewalahan, gejala flu bisa muncul lebih cepat dan terasa lebih berat. Hal ini menyebabkan penderita flu merasa lebih sakit daripada yang dialami pada infeksi flu biasa, yang viral load-nya lebih rendah.

Risiko pada Pasien Komorbid: Mengapa Mereka Lebih Rentan?

Pasien yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, seperti diabetes, penyakit jantung, atau gangguan pernapasan, lebih rentan terhadap dampak super flu. 

Dr. Brigitta menjelaskan bahwa individu dengan komorbid biasanya memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah. Sistem imun mereka sudah tertekan oleh penyakit yang ada, sehingga lebih mudah bagi virus untuk menginfeksi tubuh dan menyebabkan gejala yang lebih parah.

Kombinasi dari kemampuan virus menghindari antibodi serta penurunan sistem imun pada pasien komorbid menjadikan mereka kelompok yang paling rentan. Bagi mereka, infeksi super flu bisa berujung pada komplikasi yang lebih serius, bahkan kematian jika tidak segera ditangani dengan tepat.

Peran Vaksin dalam Meningkatkan Respons Imun

Meski super flu lebih sulit dilawan, vaksin influenza tetap memiliki peran penting dalam membantu tubuh menghadapi virus ini. Vaksin flu bekerja dengan melatih sistem imun tubuh untuk mengenali dan melawan virus yang berpotensi menginfeksi. 

Dr. Brigitta menjelaskan bahwa vaksin influenza tidak selalu dapat mencegah infeksi super flu, tetapi vaksin ini melatih sistem imun, khususnya sel memori, agar bisa merespons lebih cepat jika terpapar virus.

Dengan adanya sel memori, tubuh dapat membentuk respons imun yang lebih cepat pada infeksi berikutnya. Hal ini membantu menurunkan risiko gejala berat dan kemungkinan kematian akibat super flu. 

Meskipun vaksin tidak menjamin perlindungan total, vaksin tetap memberikan perlindungan yang lebih baik daripada tidak divaksinasi sama sekali.

Super Flu Tidak Bisa Dianggap Ringan: Mengapa Perlu Waspada?

Super flu bukanlah influenza biasa yang bisa dianggap ringan. Meskipun gejala flu pada umumnya bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari, super flu memiliki potensi untuk menjadi lebih berat. 

Hal ini disebabkan oleh kemampuannya menghindari antibodi, membawa viral load yang tinggi, dan meningkatkan beban pada sistem imun tubuh.

Penting untuk diingat bahwa meskipun tubuh kita memiliki sistem imun yang luar biasa, virus super flu dapat mengalahkan beberapa mekanisme pertahanan alami tubuh. 

Pemahaman mengenai cara kerja virus ini sangat penting agar kita tidak terlambat dalam melakukan tindakan pencegahan, terutama bagi kelompok berisiko tinggi, seperti mereka yang memiliki penyakit komorbid.

Mengapa Pemahaman Tentang Super Flu Penting?

Mengenali cara kerja virus super flu akan membantu masyarakat lebih waspada dan siap menghadapi gejala-gejala yang muncul. Hal ini juga menekankan pentingnya vaksin sebagai alat bantu yang bisa mempercepat respons imun tubuh dalam menghadapi infeksi. 

Sebagaimana disampaikan oleh dr. Brigitta, dengan pemahaman yang lebih baik, kita dapat menjaga kesehatan lebih optimal dan mengurangi risiko komplikasi akibat super flu.

Secara keseluruhan, super flu tidak dapat dianggap sepele. Sebagai masyarakat, kita perlu meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan tubuh, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta. 

Dengan vaksin, pola hidup sehat, dan pemahaman yang baik tentang bagaimana tubuh kita melawan virus, kita dapat lebih siap menghadapi potensi dampak dari super flu di masa depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index