Kemenhaj

Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Jaga Stamina Jelang Keberangkatan

Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Jaga Stamina Jelang Keberangkatan
Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Jaga Stamina Jelang Keberangkatan

JAKARTA - Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, euforia dan rasa syukur kerap membuat calon jemaah haji menjalani berbagai aktivitas sosial tanpa henti. 

Mulai dari menerima tamu, menghadiri undangan, hingga menggelar walimatus safar yang berlangsung berhari-hari. Di balik suasana penuh doa dan kebahagiaan tersebut, tersimpan risiko kesehatan yang kerap luput dari perhatian, yakni kelelahan fisik yang justru dapat berdampak serius saat tiba di Arab Saudi.

Menyadari hal itu, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengingatkan jemaah agar lebih bijak mengatur energi sebelum berangkat. Imbauan ini disampaikan agar calon jemaah benar-benar siap secara fisik untuk menjalani rangkaian ibadah haji yang menuntut stamina prima.

Imbauan Kesehatan Menjelang Keberangkatan

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenhaj, Liliek Marhaendro Susilo, menegaskan pentingnya menjaga kebugaran tubuh sejak jauh hari sebelum keberangkatan. 

Menurutnya, kelelahan yang dialami sebelum terbang ke Tanah Suci bisa berdampak panjang terhadap kondisi kesehatan jemaah selama menjalankan ibadah.

Liliek menjelaskan bahwa salah satu aktivitas yang berpotensi menguras energi adalah walimatus safar haji. Tradisi ini umumnya dilakukan dengan menerima tamu, berkumpul bersama keluarga besar, tetangga, dan rekan kerja untuk memohon doa restu. Jika tidak dikelola dengan baik, kegiatan tersebut bisa menyebabkan jemaah kurang istirahat.

“Setidaknya lakukan [maksimal] seminggu sebelum jemaah berangkat. Setelahnya, bisa dipergunakan secara total untuk istirahat persiapan berangkat haji,” ujar Liliek.

Ia menekankan bahwa tubuh membutuhkan waktu pemulihan agar siap menghadapi perjalanan panjang dan kondisi cuaca yang berbeda di Arab Saudi.

Tradisi Walimatus Safar dan Risikonya

Walimatus safar haji telah menjadi tradisi yang mengakar kuat di masyarakat. Tradisi ini lahir dari rasa syukur dan kebahagiaan karena seseorang akhirnya mendapatkan kesempatan menunaikan rukun Islam kelima. Mengingat panjangnya masa tunggu haji, momen keberangkatan sering dirayakan dengan penuh antusias.

Liliek mengisahkan, pada beberapa tahun sebelumnya, ditemukan kasus jemaah yang jatuh sakit sesaat setelah tiba di Tanah Suci. Setelah ditelusuri, kondisi tersebut ternyata dipicu oleh kelelahan akibat menerima tamu tanpa jeda selama sepekan sebelum keberangkatan.

Situasi ini menunjukkan bahwa aktivitas sosial yang berlebihan dapat berdampak langsung pada kondisi fisik jemaah. Padahal, setibanya di Arab Saudi, jemaah akan langsung dihadapkan pada aktivitas ibadah yang padat serta adaptasi terhadap lingkungan baru.

Meski demikian, pemerintah menegaskan tidak melarang jemaah menggelar walimatus safar. Yang ditekankan adalah pengaturan waktu dan intensitas agar tidak mengganggu kesehatan. 

Dengan membatasi kegiatan hingga maksimal H-7 keberangkatan, jemaah masih memiliki waktu cukup untuk beristirahat dan memulihkan tenaga.

Masa Tunggu Panjang dan Makna Persiapan Haji

Ibadah haji bukanlah perjalanan biasa. Selain membutuhkan kesiapan mental dan spiritual, haji juga menuntut kesiapan fisik yang optimal. Saat ini, masa tunggu haji nasional mencapai 26,4 tahun setelah diseragamkan. Sebelumnya, beberapa daerah bahkan memiliki masa tunggu lebih dari 40 tahun.

Artinya, seseorang tidak hanya harus memiliki kemampuan finansial untuk mendaftar dan melunasi biaya haji, tetapi juga harus menjaga kesehatan selama puluhan tahun hingga tiba waktunya berangkat. Menjelang keberangkatan, jemaah juga harus dinyatakan laik terbang dan sehat secara medis.

Tidak mengherankan jika keluarga dan lingkungan sekitar ingin turut bersilaturahmi dan mendoakan calon jemaah. Namun, Liliek mengingatkan bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian dari ikhtiar ibadah itu sendiri. Dengan kondisi tubuh yang bugar, jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lebih khusyuk dan optimal.

Menjaga Kebugaran Tubuh Sebelum Berangkat

Selain mengatur waktu walimatus safar, Kemenhaj juga mengimbau jemaah untuk menjaga kebugaran melalui aktivitas fisik ringan. Olahraga ringan seperti berjalan kaki secara rutin dapat membantu meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh.

“Jemaah haji juga harus memastikan asupan makanan bergizi dan istirahat yang cukup. Jemaah harus selalu ingat bahwa ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang sangat baik, sehingga harus senantiasa menjaga kesehatan sebelum berangkat,” imbuh Liliek.

Asupan gizi seimbang, hidrasi yang cukup, serta pola tidur teratur menjadi kunci penting dalam menjaga kebugaran. Langkah-langkah sederhana ini diharapkan dapat meminimalkan risiko kelelahan dan gangguan kesehatan saat jemaah tiba di Tanah Suci.

Dengan persiapan yang matang dan pengelolaan energi yang baik, jemaah diharapkan dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar. 

Pemerintah berharap, imbauan ini dapat meningkatkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan sebelum berangkat merupakan bagian tak terpisahkan dari kesiapan beribadah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index