Bukalapak Pertahankan Sisa Dana IPO Rp4,28 Triliun hingga Akhir 2025

Senin, 19 Januari 2026 | 11:51:36 WIB
Bukalapak Pertahankan Sisa Dana IPO Rp4,28 Triliun hingga Akhir 2025

JAKARTA - PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) kembali memberikan laporan terkait penggunaan dana yang diperoleh melalui penawaran umum perdana saham (IPO). Sampai dengan akhir 2025, Bukalapak masih tercatat memiliki dana hasil IPO yang mencapai Rp4,28 triliun. 

Pada proses IPO yang berlangsung pada tahun 2021, Bukalapak berhasil meraih total hasil bersih senilai Rp21,32 triliun, setelah memperoleh izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 6 Agustus 2021.

Laporan terbaru yang diterbitkan pada 18 Januari 2026, menunjukkan bahwa Bukalapak sudah merealisasikan dana IPO hingga mencapai Rp17,04 triliun pada 31 Desember 2025. 

Jumlah ini mengalami kenaikan signifikan dibandingkan dengan posisi pertengahan tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp12,74 triliun. Dengan hasil ini, Bukalapak masih memiliki dana sisa sebesar Rp4,28 triliun yang bisa digunakan sampai akhir tahun 2025.

Alokasi Penggunaan Dana IPO Bukalapak

Dana yang terkumpul dari IPO Bukalapak digunakan untuk berbagai keperluan perusahaan dan entitas anak. Salah satu alokasi utama adalah untuk modal kerja Bukalapak itu sendiri yang memerlukan dana sebesar Rp7,61 triliun.

 Selain itu, sejumlah entitas anak perusahaan Bukalapak juga mendapatkan bagian dari dana IPO ini untuk mendukung operasional dan pengembangan mereka.

Untuk entitas PT Buka Mitra Indonesia, dana yang dialokasikan mencapai Rp1,22 triliun, sementara PT Buka Usaha Indonesia mendapatkan modal kerja senilai Rp16,96 miliar. 

PT Buka Pengadaan Indonesia juga memperoleh dana sebesar Rp35,61 miliar untuk mendukung operasional mereka. Selain itu, Bukalapak memberikan dana untuk PT Five Jack sebesar Rp26,2 miliar, serta modal kerja untuk Bukalapak Pte. Ltd. yang terhitung sekitar Rp1,05 miliar.

Tak hanya itu, Bukalapak juga menyediakan dana sebesar Rp8,09 triliun untuk pertumbuhan dan pengembangan usaha perusahaan, termasuk entitas anak lainnya yang belum disebutkan secara rinci. Dari penggunaan dana ini, dapat dilihat bahwa alokasi terbesar masih tercatat pada modal kerja perusahaan induk Bukalapak dan entitas anak seperti PT Buka Mitra Indonesia.

Perkembangan Realisasi Dana IPO

Bukalapak secara konsisten melaporkan perkembangan penggunaan dana hasil IPO dalam beberapa periode terakhir. Pada awal 2025, perusahaan telah mengalokasikan sekitar Rp12,74 triliun, namun pada akhir tahun 2025, jumlah dana yang telah digunakan meningkat pesat menjadi Rp17,04 triliun. 

Peningkatan ini menunjukkan adanya percepatan dalam pemanfaatan dana untuk mendukung pertumbuhan dan pengembangan lebih lanjut.

Sisa dana yang ada hingga akhir 2025 ini diharapkan dapat digunakan untuk melanjutkan rencana-rencana strategis perusahaan dan memastikan kelangsungan operasional yang lebih baik. Dengan hasil ini, Bukalapak menunjukkan komitmennya untuk memaksimalkan penggunaan dana IPO demi pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Pengaruh Dana IPO Terhadap Bisnis Bukalapak

Dampak penggunaan dana IPO terhadap kinerja perusahaan terlihat dari langkah-langkah yang diambil untuk mendukung berbagai inisiatif dan ekspansi bisnis. Alokasi untuk modal kerja perusahaan dan entitas anak menunjukkan bahwa Bukalapak fokus pada penguatan fondasi operasional, yang menjadi elemen kunci dalam menghadapi persaingan bisnis e-commerce yang semakin ketat.

Selain itu, strategi penggunaan dana untuk pengembangan usaha lainnya memberikan peluang bagi Bukalapak untuk terus tumbuh dalam jangka panjang. Dengan sisa dana IPO yang masih cukup besar, Bukalapak memiliki fleksibilitas untuk mengalokasikan dana lebih lanjut guna mendukung ekspansi dan inovasi yang diperlukan dalam rangka menghadapi tantangan pasar yang dinamis.

Sementara itu, laporan kinerja keuangan yang terus menunjukkan hasil positif, seperti laporan laba di kuartal III/2025, semakin memperkuat posisi Bukalapak sebagai pemain utama dalam sektor e-commerce Indonesia. Pada kuartal tersebut, Bukalapak berhasil mencetak laba yang signifikan dari investasi yang dilakukan, yang tentunya akan menjadi pendorong utama dalam penggunaan dana IPO ke depannya.

Dengan langkah-langkah strategis yang diambil oleh manajemen Bukalapak, harapan akan pemanfaatan dana IPO yang optimal semakin besar, dan hal ini tentunya akan berdampak pada penguatan posisi Bukalapak di pasar e-commerce Indonesia.

Terkini