QRIS GoPay

Musisi Jalanan Malioboro Terima Apresiasi Digital Lewat QRIS GoPay

Musisi Jalanan Malioboro Terima Apresiasi Digital Lewat QRIS GoPay
Musisi Jalanan Malioboro Terima Apresiasi Digital Lewat QRIS GoPay

JAKARTA - Perubahan pola transaksi masyarakat yang kian mengarah ke pembayaran digital kini merambah ruang-ruang budaya. Kawasan Malioboro Yogyakarta, yang selama ini dikenal sebagai pusat interaksi seni dan pariwisata, mulai beradaptasi dengan kebiasaan baru tersebut. 

Musisi jalanan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut Malioboro kini mendapatkan akses teknologi keuangan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Pemerintah Kota Yogyakarta bersama GoPay menghadirkan solusi pembayaran non-tunai bagi musisi jalanan melalui penggunaan QRIS GoPay Merchant. 

Inisiatif ini memungkinkan para musisi menerima apresiasi dari masyarakat tanpa harus bergantung pada uang tunai, seiring meningkatnya kebiasaan transaksi cashless di ruang publik.

Digitalisasi Apresiasi Untuk Musisi Malioboro

Kolaborasi antara Pemerintah Kota Yogyakarta dan GoPay menjadi langkah konkret dalam mendigitalisasi aktivitas ekonomi musisi jalanan di Kawasan Malioboro. Melalui QRIS GoPay Merchant, para musisi kini dapat menerima apresiasi langsung dari penonton menggunakan aplikasi GoPay Merchant.

Dengan sistem tersebut, masyarakat yang menikmati pertunjukan musik di Malioboro tetap dapat memberikan dukungan meskipun tidak membawa uang tunai. Kehadiran QRIS juga memberikan kemudahan sekaligus rasa aman dalam bertransaksi, baik bagi musisi maupun pemberi apresiasi.

Head of GoPay Merchants, Haryanto Tanjo, menjelaskan bahwa melalui aplikasi GoPay Merchants, musisi jalanan dapat mencairkan dana kapan saja. Proses pencairan dana juga dapat dilakukan secara gratis ke bank mana pun tanpa potongan biaya.

"Misi kami di GoPay adalah membuka akses layanan keuangan seluas-luasnya, termasuk bagi pekerja harian dan UMKM. Kami bangga dapat mendukung Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam mewujudkan ekosistem digital terintegrasi, termasuk melalui implementasi QRIS dan transaksi non-tunai, dengan teknologi GoPay Merchant yang kami hadirkan," katanya.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk inklusi keuangan yang menjangkau sektor informal, termasuk para pelaku seni jalanan.

Penguatan Ekosistem Budaya Dan Ekonomi Kreatif

Kepala Dinas Kebudayaan Pemerintah Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menegaskan bahwa kerja sama dengan GoPay merupakan bagian dari strategi penguatan ekosistem budaya di kawasan Malioboro. Digitalisasi pembayaran diharapkan dapat meningkatkan visibilitas musisi jalanan dalam ekosistem ekonomi kreatif.

Menurutnya, musisi jalanan bukan hanya penghibur, tetapi juga bagian dari identitas budaya kota. Oleh karena itu, mereka perlu didukung agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan pola transaksi masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa mekanisme pembayaran yang lebih modern memberikan kesempatan bagi musisi untuk mengelola keuangan secara mandiri. Selain itu, digitalisasi juga menjadi pintu masuk bagi adopsi teknologi yang lebih luas di sektor budaya.

"Lewat digitalisasi ini kami ingin menghadirkan akses teknologi finansial yang inklusif hingga ke sektor budaya dan industri kreatif. Kami berharap langkah ini membuka peluang lebih besar bagi para musisi untuk meningkatkan penerimaan apresiasi, seiring pola masyarakat yang semakin terbiasa bertransaksi non-tunai," katanya.

Pemerintah Kota Yogyakarta berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh integrasi antara pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif berbasis teknologi.

Kemudahan Transaksi Dan Inklusi Keuangan

Bagi musisi jalanan, penggunaan QRIS GoPay Merchant menghadirkan kemudahan yang sebelumnya sulit diakses. Sistem ini memungkinkan pencatatan transaksi yang lebih rapi dan transparan, sekaligus mengurangi risiko kehilangan uang tunai.

Selain itu, pencairan dana yang fleksibel memberi keleluasaan bagi musisi dalam mengatur kebutuhan sehari-hari. Tanpa potongan biaya, pendapatan yang diterima dapat dimanfaatkan secara optimal.

Inisiatif ini juga memperluas inklusi keuangan bagi pekerja sektor informal. Dengan memiliki akses ke layanan pembayaran digital, musisi jalanan secara bertahap dapat masuk ke dalam sistem keuangan formal.

Hal ini sejalan dengan misi GoPay dalam membuka akses layanan keuangan bagi berbagai lapisan masyarakat, termasuk pekerja harian dan pelaku usaha mikro yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau oleh sistem perbankan.

Tren Transaksi Digital Di Yogyakarta

Transformasi pembayaran musisi jalanan di Malioboro hadir di tengah pesatnya pertumbuhan transaksi digital di Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Data dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY menunjukkan bahwa hingga September 2025, nilai transaksi berbasis QRIS di Yogyakarta mencapai Rp41,09 triliun.

Angka tersebut mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 237,19 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Volume transaksi juga meningkat tajam menjadi 486 juta kali atau naik 274,01 persen secara tahunan.

Jumlah pengguna QRIS di DIY tercatat mencapai 980.591 orang, dengan lebih dari 987.737 merchant aktif. Data ini mencerminkan tingginya adopsi pembayaran non-tunai di Yogyakarta, termasuk di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dengan tren tersebut, digitalisasi musisi jalanan dinilai sebagai langkah yang relevan dan selaras dengan perilaku masyarakat. Kehadiran QRIS GoPay Merchant di Malioboro diharapkan dapat memperkuat ekosistem budaya yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index