Perkuat Rantai Pasok Nasional, Pelindo Dukung Merger BUMN Logistik

Perkuat Rantai Pasok Nasional, Pelindo Dukung Merger BUMN Logistik
Perkuat Rantai Pasok Nasional, Pelindo Dukung Merger BUMN Logistik [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menyokong penuh langkah konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) logistik demi memperkukuh integrasi rantai pasok nasional, memicu efisiensi, serta menguatkan konektivitas distribusi.

Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar mengungkapkan bahwa penggabungan BUMN sektor logistik merupakan tindakan strategis dalam mendongkrak daya saing logistik nasional lewat kolaborasi antarpelaku usaha logistik kepunyaan negara.

“Kami menyambut baik proses konsolidasi ini sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem logistik nasional yang lebih terintegrasi," kata Achmad dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Pelindo lewat anak perusahaannya, PT Pelindo Sinergi Lokaseva, berbarengan dengan sejumlah unit logistik BUMN merampungkan agenda penandatanganan Shareholder Agreement (SHA) serta Akta Penggabungan Konsolidasi Logistik BUMN bertempat di Pos Bloc Jakarta, Selasa (30/6).

Tindakan strategis ini menjadi bagian dari kebijakan Pemerintah lewat BPI Danantara dalam menstimulus transformasi pada sektor logistik nasional.

"Melalui kolaborasi yang semakin erat antar-BUMN, kami optimistis konektivitas rantai pasok nasional akan semakin kuat, biaya logistik dapat ditekan, serta layanan kepada pelanggan menjadi lebih efektif dan kompetitif,” ujar Achmad.

Achmad mengimbuhkan Pelindo memegang komitmen penuh untuk mengawal jalannya fase transisi tersebut supaya berjalan selaras dengan peta jalan yang sudah diputuskan sekaligus membuahkan kemaslahatan masif bagi Indonesia.

"Ini dapat menjadi fondasi penting dalam membangun sistem logistik nasional yang lebih efisien, terintegrasi dan kompetitif," ucapnya.

Senior Director Corporate Strategy PT Danantara Aset Manajemen, Aurelius Altius Rosimin mengutarakan bahwa penyatuan logistik BUMN ini ialah pergerakan strategis yang sejalan dengan instruksi strategis Presiden Prabowo Subianto demi mendirikan korporasi BUMN yang lebih fokus, efisien, sehat, serta berdaya saing tinggi.

“Melalui konsolidasi kapabilitas, aset dan jaringan perusahaan, hasil penggabungan ini diharapkan mampu menciptakan sinergi, meningkatkan kualitas layanan, serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi negara,” ujar Aurelius.

Pada tingkatan awal penyatuan ini, bagan kepemilikan saham perusahaan hasil konsolidasi tersusun atas 74,47 persen Pelindo Group, 9,24 persen PT Pos Indonesia (Persero), 9,37 persen PT Krakatau Bandar Samudera, dan 6,92 persen entitas lainnya.

Selaku pemegang saham dengan porsi mayoritas pada fase awal konsolidasi, Pelindo memegang andil strategis dalam mengawal proses penyelarasan sampai terbentuknya holding logistik nasional.

Andil tersebut bertransformasi menjadi bagian dari komitmen Pelindo demi memastikan fase peralihan bergulir seturut garis besar yang telah ditetapkan sekalian menguatkan kemitraan antarpelaku logistik BUMN.

Agenda penandatanganan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan BPI Danantara, pemegang saham, Direksi BUMN, beserta para pemangku kepentingan yang berkecimpung dalam proses konsolidasi logistik nasional.

Sebagai bagian dari operasional konsolidasi, tujuh unit usaha logistik BUMN bakal melebur ke dalam satu wadah entitas sebagai pilar utama arsitektur holding logistik nasional.

Ketujuh unit usaha dimaksud mencakup PT Multi Terminal Indonesia (MTI) dan PT Prima Indonesia Logistik (PIL) perwakilan Pelindo Group, PT Pos Logistik Indonesia (POSLOG), PT Sarana Bandar Logistik (SBL), PT KBN Prima Logistik (KPL), PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS), serta PT Krakatau Jasa Logistik (KJL).

Di dalam proses tersebut, PT Multi Terminal Indonesia diamanahkan menjadi instansi penerima penggabungan alias surviving entity.

Sebagai bagian dari Pelindo Group, PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) menyokong penuh realisasi konsolidasi tersebut sebagai langkah taktis dalam memperkokoh keterpaduan layanan logistik nasional.

Selaras dengan fokus korporasi selaku penyedia resolusi logistik terpadu dan pengelola kawasan, PSL menilai penggabungan ini sebagai momentum dalam mempertegas sinergi operasional sekaligus memperlebar jangkauan konektivitas antara area pelabuhan, kawasan industri, dan hinterland.

Direktur Utama PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Faruq Hidayat, mengutarakan bahwa selaku bagian dari Pelindo Group dan pemilik saham PT MTI, PSL bakal memaksimalkan andilnya dalam mengawal implementasi konsolidasi, khususnya lewat penguatan aspek layanan port-related logistics serta konektivitas port-to-hinterland.

Menurut dia, pergerakan konsolidasi ini meniupkan asa besar bagi peta logistik Indonesia, tidak terkecuali bagi PSL. Pihak korporasi bersiap memperkuat keterpaduan layanan logistik melalui konektivitas yang kian solid, merentang dari pelabuhan sampai wilayah hinterland.

Penyatuan logistik BUMN diproyeksikan memperkuat jaringan distribusi nasional lewat integrasi layanan yang lebih berdaya guna, memaksimalkan aset serta operasional, memangkas ongkos logistik, sekaligus mendongkrak daya saing dunia usaha domestik.

Ke depannya, merger logistik BUMN ini dinantikan mampu menjadi pemantik dalam mewujudkan ekosistem logistik nasional yang semakin efisien, padu, serta kompetitif.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index