BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,5 Persen demi Stabilisasi Rupiah

BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,5 Persen demi Stabilisasi Rupiah
Gubernur BI Perry Warjiyo.

JAKARTA — Bank Indonesia (BI) melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) mingguan yang digelar pada Selasa, memutuskan untuk kembali menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen. 

Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah sekaligus menjaga inflasi agar terus terkendali.

Gubernur BI Perry Warjiyo, dalam pernyataan terkonfirmasi di Jakarta, Selasa, menyebutkan bahwa kenaikan suku bunga ini ditujukan untuk menambah imbal hasil agar daya tarik investasi portofolio asing ke Indonesia semakin menguat.

Berdasarkan evaluasi sejak RDG Bulanan pada 19-20 Mei 2026, Perry menjelaskan bahwa nilai tukar rupiah mengalami perkembangan yang lebih lemah dari estimasi awal. 

Selain dipicu oleh gejolak global yang terus berlangsung serta tingginya permintaan valuta asing domestik, pelemahan mata uang rupiah juga disebabkan oleh arus keluar investasi portofolio asing dari Indonesia.

"Sehubungan dengan itu, Bank Indonesia memandang perlu untuk menempuh langkah-langkah lanjutan guna memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dengan meningkatkan kembali imbal hasil dan sejumlah insentif lain untuk mendorong masuknya aliran investasi asing," ujar Perry.

Stabilisasi nilai tukar rupiah tersebut, lanjut Perry, dilakukan guna memastikan ketahanan eksternal ekonomi Indonesia tetap terjaga serta menjamin target inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap tercapai.

Seiring dengan kenaikan suku bunga acuan tersebut, BI turut menetapkan suku bunga Deposit Facility sebesar 4,50 persen serta suku bunga Lending Facility menjadi 6,25 persen. 

Sesuai dengan ketentuan undang-undang dan praktik yang berlaku, BI secara rutin mengadakan RDG Mingguan setiap hari Selasa untuk mengevaluasi implementasi bauran kebijakan dari RDG Bulanan.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa pagi dibuka pada level Rp18.134 per dolar AS. Pada Senin sore, rupiah tercatat melemah sebesar 152 poin atau 0,84 persen menjadi Rp18.188 per dolar AS, dari posisi sebelumnya di angka Rp18.036 per dolar AS.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index