JAKARTA - Menjelang periode mudik Lebaran, mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia biasanya meningkat tajam.
Jalur-jalur utama transportasi darat, terutama di kawasan pantai utara Jawa, menjadi salah satu rute yang paling padat dilalui pemudik setiap tahunnya. Kondisi ini membuat kesiapan kendaraan menjadi faktor penting untuk memastikan perjalanan berlangsung aman dan lancar.
Tidak hanya kendaraan berbahan bakar minyak, kendaraan berbahan bakar gas juga memerlukan perhatian khusus sebelum melakukan perjalanan jarak jauh. Pemeriksaan teknis serta pengecekan keamanan instalasi bahan bakar menjadi langkah penting untuk menghindari risiko gangguan selama perjalanan.
Dalam rangka mendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna kendaraan berbahan bakar gas, berbagai pihak mulai menyiapkan berbagai layanan pendukung menjelang arus mudik. Salah satunya melalui penyediaan layanan bengkel keliling yang dapat membantu para pengemudi memastikan kondisi kendaraan tetap optimal.
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN sebagai Subholding Gas Pertamina pun menghadirkan layanan tersebut di salah satu jalur strategis yang kerap dilalui pemudik. Program ini diharapkan dapat membantu para pengguna kendaraan BBG agar tetap aman saat melintasi jalur mudik.
Dukungan Layanan Bengkel Keliling Di Jalur Pantura
Menyambut mudik Lebaran 2026, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina memperkuat sinergi dengan PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) dan Komunitas Gas (Komogas) dengan kembali menghadirkan layanan Bengkel Keliling Compressed Natural Gas (CNG) di wilayah Cirebon, Jawa Barat.
Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen PGN dalam memastikan kendaraan berbahan bakar gas (BBG) tetap dalam kondisi optimal, sekaligus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna BBG di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang periode mudik Lebaran 2026.
Kegiatan Bengkel Keliling di Kota Cirebon dijadwalkan berlangsung pada 9–16 Maret 2026 dan berlokasi di SPBG Cirebon. Program ini ditujukan bagi pengemudi transportasi online maupun pengemudi angkutan harian yang menggunakan BBG.
Layanan yang diberikan mencakup konversi kendaraan menjadi BBG, pemeriksaan teknis kendaraan, audit keamanan instalasi BBG, serta edukasi kepada pengguna mengenai aspek keselamatan dan prosedur pengisian gas yang benar.
Upaya PGN Mendukung Keselamatan Pengguna BBG
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menyampaikan bahwa kehadiran Bengkel Keliling di Cirebon diharapkan dapat mendukung kesiapan kendaraan BBG menjelang arus mudik Idulfitri.
Menurutnya, Cirebon yang berada di jalur pantai utara (Pantura) merupakan salah satu koridor utama yang dilalui pemudik dari berbagai daerah.
Karena itu, layanan pemeriksaan teknis dan pengecekan keamanan instalasi BBG dinilai penting untuk memastikan kendaraan tetap aman dan optimal selama perjalanan.
“Melalui layanan Bengkel Keliling ini, PGN ingin memastikan para pengguna kendaraan BBG yang melintas di jalur Pantura, khususnya di wilayah Cirebon, dapat melakukan perjalanan mudik dengan lebih aman dan nyaman. Kami berharap pemeriksaan teknis serta edukasi yang diberikan dapat membantu meningkatkan keselamatan berkendara sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran,” ujar Fajriyah.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat ekosistem penggunaan energi gas di sektor transportasi.
Dengan adanya dukungan layanan teknis secara langsung di lapangan, para pengguna kendaraan BBG diharapkan dapat memperoleh layanan yang memadai untuk menjaga performa kendaraan mereka.
Program Konversi Kendaraan Ke Bahan Bakar Gas
Sepanjang tahun 2025, PGN melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) juga telah melaksanakan program konversi kendaraan berbahan bakar minyak menjadi kendaraan BBG sebanyak 200 unit di berbagai kota di Indonesia.
Program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi biaya operasional bagi para pengemudi, khususnya pengemudi transportasi harian.
Selain itu, program konversi tersebut juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pengurangan emisi serta peningkatan kualitas lingkungan.
“Melalui program Bengkel Keliling CNG ini, kami tidak hanya ingin memastikan keselamatan dan kesiapan kendaraan BBG, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan energi gas yang aman, efisien, dan ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk terus mendorong pemanfaatan energi gas sebagai alternatif bahan bakar yang lebih bersih dan berkelanjutan,” tambah Fajriyah.
Melalui berbagai program tersebut, PGN terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan energi gas sebagai pilihan bahan bakar yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperluas penggunaan energi alternatif di sektor transportasi.
Kolaborasi Untuk Memperkuat Ekosistem BBG
Sementara itu, Direktur Utama PGN Gagas, Santiaji Gunawan, menjelaskan bahwa layanan Bengkel Keliling CNG dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung.
Fasilitas tersebut mencakup peralatan teknis yang memadai serta teknisi yang telah tersertifikasi dan berpengalaman dalam penanganan sistem BBG pada kendaraan.
Dengan dukungan tersebut, tim Bengkel Keliling dapat melakukan pemeriksaan teknis, pengecekan keamanan instalasi CNG, serta memberikan rekomendasi perawatan yang diperlukan bagi pengguna.
“Dengan dukungan peralatan yang lengkap serta teknisi tersertifikasi, kami berharap kendaraan CNG yang digunakan masyarakat dapat tetap dalam kondisi prima, aman, dan siap digunakan untuk perjalanan jarak jauh, khususnya selama periode mudik Lebaran,” kata Santiaji.
Ketua Umum Komogas, Andy Lala menegaskan, dukungan PGN bersama dengan PGN Gagas sangat berarti khususnya dalam memastikan aspek keselamatan dan keandalan kendaraan BBG.
Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya membantu para pengguna BBG untuk berkendara dengan lebih aman melalui pemeriksaan teknis dan edukasi yang diberikan.
“Kami berterima kasih kepada PGN dan PGN Gagas yang terus hadir mendampingi para pengguna kendaraan BBG. Kami berharap kolaborasi ini semakin memperkuat upaya bersama dalam meningkatkan keselamatan dan keandalan kendaraan BBG, sekaligus mendorong semakin luasnya pemanfaatan energi gas sebagai alternatif bahan bakar yang lebih efisien dan ramah lingkungan bagi masyarakat,” pungkas Andy.