Danantara

Dua Kandidat Danantara Lolos Seleksi Administratif Calon Petinggi OJK 2026

Dua Kandidat Danantara Lolos Seleksi Administratif Calon Petinggi OJK 2026
Dua Kandidat Danantara Lolos Seleksi Administratif Calon Petinggi OJK 2026

JAKARTA - Industri keuangan Indonesia tengah mengawasi secara seksama jalannya seleksi calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 Dalam daftar kandidat yang lolos seleksi administratif pada 2025, dua nama dari entitas Danantara berhasil mencuri perhatian. 

Agus Sugiarto dan Pahala Nugraha, kedua figur ini memiliki rekam jejak yang kuat di sektor keuangan dan kini terpilih sebagai bagian dari 20 kandidat yang akan bersaing untuk mengisi posisi penting di OJK.

Proses Seleksi Calon Petinggi OJK

Seleksi untuk mengisi posisi Anggota Dewan Komisioner OJK tahun ini diikuti oleh sejumlah kandidat dari berbagai latar belakang, baik dari kalangan regulator, pengelola lembaga keuangan, hingga tokoh-tokoh yang memiliki pengalaman luas di dunia pasar modal. 

Setelah melalui seleksi administratif, sebanyak 20 nama dipastikan lolos dan berhak melanjutkan tahapan berikutnya. Dari 20 kandidat tersebut, dua di antaranya berasal dari Danantara, sebuah perusahaan yang dikenal di sektor pengelolaan aset dan investasi.

Keterlibatan Danantara dalam Proses Seleksi

Agus Sugiarto, yang saat ini menjabat sebagai Komisaris Independen di Danantara Asset Management, serta Pahala Nugraha yang menjabat Komisaris Utama di Danantara Investment Management, kini menjadi bagian dari kandidat yang akan mengikuti proses seleksi lebih lanjut. 

Masuknya kedua tokoh ini dalam daftar seleksi memberikan gambaran bahwa sektor keuangan yang lebih luas, termasuk perusahaan pengelola investasi, semakin memberikan kontribusi terhadap proses regenerasi kepemimpinan di OJK.

Panitia seleksi, yang dipimpin oleh Purbaya Yudhi Sadewa, mengumumkan bahwa daftar 20 nama yang lolos seleksi administratif ini sudah final dan mengikat. Dengan keputusan ini, mereka berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya yang lebih intensif, termasuk masukan dari masyarakat, penelusuran rekam jejak, serta asesmen lebih lanjut.

Tahapan Selanjutnya dalam Seleksi OJK

Setelah lolos tahap administratif, para kandidat yang terpilih akan menjalani beberapa tahapan seleksi tambahan. Salah satu tahapan yang krusial adalah penelusuran rekam jejak para calon untuk memastikan bahwa mereka memiliki integritas dan pengalaman yang memadai. Selain itu, masyarakat juga diberi kesempatan untuk memberikan masukan mengenai calon-calon tersebut. 

Hal ini memungkinkan transparansi dalam proses seleksi, dengan masyarakat bisa memberikan informasi terkait integritas dan perilaku calon.

Adapun tahapan selanjutnya meliputi pemeriksaan kesehatan yang dijadwalkan pada 9 Maret 2026, serta asesmen yang berlangsung pada 10 hingga 11 Maret 2026. 

Wawancara dengan para calon dijadwalkan pada 25 hingga 26 Maret 2026, yang akan menjadi penentu bagi mereka untuk dapat melanjutkan ke tahap akhir seleksi. Hasil dari seluruh rangkaian tahapan ini akan diumumkan melalui laman resmi Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.

Publikasi Daftar Kandidat yang Lolos Seleksi Administratif

Berikut adalah daftar lengkap 20 kandidat yang lolos seleksi administratif, yang terdiri dari berbagai profesional dari sektor keuangan, perbankan, serta regulator. Keterlibatan para calon yang berasal dari berbagai latar belakang ini diharapkan bisa membawa perspektif yang lebih luas dalam kebijakan pengawasan sektor keuangan Indonesia.

Adi Budiarso – Direktur Pengembangan Perbankan Pasar Keuangan dan Pembiayaan Lainnya, Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan, Kementerian Keuangan.

Agus Sugiarto – Komisaris Independen PT Danantara Asset Management.

Anton Daryono – Direktur Eksekutif/Kepala Departemen Surveilans Sistem Pembayaran dan Pelindungan Konsumen, Bank Indonesia.

Ary Zulfikar – Direktur Eksekutif Hukum, Lembaga Penjamin Simpanan.

Bambang Mukti Riyadi – Deputi Komisioner Hubungan Internasional, APU-PPT dan Daerah, Otoritas Jasa Keuangan.

Boby Wahyu Hernawan – Direktur Kerjasama Multilateral dan Keuangan Berkelanjutan, Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan, Kementerian Keuangan.

Danu Febrianto – Senior Executive Vice President, Lembaga Penjamin Simpanan.

Darmansyah – Deputi Komisioner Perencanaan Strategis, Keuangan, Sekretariat Dewan Komisioner dan Logistik, Otoritas Jasa Keuangan.

Dhani Gunawan Idat – Komisaris Utama BPRS HIK Parahyangan.

Dicky Kartikoyono – Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, Bank Indonesia.

Dwityapoetra Soeyasa Besar – Direktur Eksekutif Surveilans, Pemeriksaan dan Statistik, Lembaga Penjamin Simpanan.

Friderica Widyasari Dewi – Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen, Otoritas Jasa Keuangan.

Hasan Fawzi – Kepala Eksekutif Pengawas ITSK, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto, Otoritas Jasa Keuangan.

Hernawan Bekti Sasongko – Anggota Badan Supervisi Otoritas Jasa Keuangan.

Hidayat Prabowo – Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Tengah.

Iskandar Simorangkir – Wakil Ketua Badan Supervisi Bank Indonesia.

Lasmaida Gultom – Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan 2015–2025, Otoritas Jasa Keuangan (Purnabakti).

Orias Petrus Moedak – Komisaris Utama PT RJL Maritime Logistics.

Pahala Nugraha – Komisaris Utama Danantara Investment Management.

Rizal Ramadhani – Deputi Komisioner Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan Pelindungan Konsumen, Otoritas Jasa Keuangan.

Peluang dan Tantangan Dalam Seleksi OJK 2026

Dengan banyaknya kandidat yang berasal dari latar belakang yang beragam, seleksi ini akan menjadi ajang penting untuk menentukan masa depan OJK dalam mengawasi sektor jasa keuangan Indonesia. 

Proses yang transparan dan melibatkan partisipasi publik diharapkan bisa menghasilkan pemimpin yang kredibel dan mampu menghadapi tantangan besar dalam dunia keuangan yang semakin berkembang.

Kehadiran kandidat dari Danantara ini menambah dimensi baru dalam pemilihan petinggi OJK, yang selama ini banyak diisi oleh tokoh-tokoh dari sektor perbankan dan lembaga pemerintah. 

Melalui keterlibatan sektor swasta yang lebih luas, diharapkan OJK dapat lebih adaptif dalam menghadapi perubahan pesat dalam teknologi keuangan dan pasar digital yang semakin berkembang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index