BIPI

Saham BIPI Melonjak Tajam 269 Persen Usai Bakrie Masuk

Saham BIPI Melonjak Tajam  269 Persen Usai Bakrie Masuk
Saham BIPI Melonjak Tajam 269 Persen Usai Bakrie Masuk

JAKARTA - Pergerakan saham di pasar modal kembali menjadi sorotan setelah salah satu emiten infrastruktur mencatatkan lonjakan harga yang sangat tajam. 

Dalam waktu relatif singkat, saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) melesat ratusan persen dan menembus level tertinggi sejak pertama kali melantai di bursa. Kenaikan ini tidak lepas dari masuknya investor besar yang memperkuat struktur pemegang saham perseroan.

Harga saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) terus mencetak rekor tertinggi pada Februari 2026. Lonjakan signifikan ini terjadi seiring masuknya investor kakap dari Grup Bakrie ke dalam struktur pemegang saham.

Pada penutupan perdagangan Rabu (26/2/2026), harga saham BIPI melonjak 17,78% ke level Rp 318 per saham. Secara year to date (ytd), saham ini telah melesat 269,77%, mencerminkan minat beli yang sangat kuat dari pasar. Level Rp 318 tersebut menjadi harga tertinggi sejak BIPI resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 11 Februari 2010.

Masuknya Investor Strategis Dari Grup Bakrie

Sentimen positif terhadap saham BIPI semakin menguat setelah adanya aksi korporasi dari entitas Grup Bakrie. Langkah investasi ini dipandang sebagai katalis utama di balik lonjakan harga dalam beberapa hari terakhir.

Bakrie Capital Indonesia resmi mengempit 6% saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI). Berdasarkan keterbukaan informasi tertanggal Rabu, Bakrie Capital mengakuisisi 3.822.619.800 lembar saham atau sekitar 3,82 miliar saham.

Holding investasi dari Grup Bakrie tersebut membeli saham BIPI di harga Rp 248 per saham. Transaksi ini telah dirampungkan pada Selasa, 24 Februari 2026.

“Jenis transaksi ini ialah pembelian dengan status kepemilikan saham langsung. Tujuan transaksi adalah investasi,” tulis manajemen BIPI dalam keterbukaan informasi. 

Jika mengacu pada harga pembelian Rp 248 per saham, nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 948 miliar.

Struktur Pemegang Saham Terbaru BIPI

Perubahan komposisi kepemilikan saham turut menjadi perhatian pelaku pasar. Masuknya investor baru dengan porsi signifikan dinilai dapat memengaruhi arah strategi perusahaan ke depan.

Berdasarkan komposisi pemegang saham per akhir Januari 2026, berikut susunan kepemilikan saham BIPI:

PT Indotambang Perkasa: 12,35 miliar saham (19,39%)

CGS - CIMB Securities: 8,09 miliar saham (12,7%)

Michael Wong: 1,5 juta saham (6%)

Masyarakat (publik): 43,26 miliar saham (67,91%)

Masuknya Bakrie Capital dipandang pasar sebagai katalis positif yang mendorong sentimen dan pergerakan harga saham BIPI dalam beberapa hari terakhir.

Profil Perusahaan Dan Rekam Jejak IPO

Melansir laman resminya, BIPI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur sumber daya energi terintegrasi di Indonesia. Fokus bisnis ini menjadikan perseroan berperan dalam pengembangan dan pengelolaan infrastruktur energi.

Perseroan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2010 dengan melepas 11,5 miliar saham di harga penawaran Rp 140 per saham. Dari aksi initial public offering (IPO) tersebut, BIPI meraih dana segar sekitar Rp 1,61 triliun.

Kinerja saham yang kini menembus rekor tertinggi menunjukkan peningkatan kepercayaan investor terhadap prospek bisnis dan strategi ekspansi perusahaan. Dengan masuknya investor strategis dari Grup Bakrie, pelaku pasar akan mencermati langkah korporasi lanjutan yang berpotensi menjadi katalis pergerakan saham BIPI ke depan.

Lonjakan hingga 269,77% secara year to date mencerminkan respons pasar yang sangat agresif. Selain faktor teknikal, sentimen fundamental dari perubahan struktur kepemilikan menjadi pendorong utama reli harga saham ini.

Level harga Rp 318 yang tercapai pada akhir perdagangan menjadi tonggak baru dalam perjalanan BIPI di pasar modal. Rekor tersebut sekaligus memperlihatkan dinamika kuat di sektor infrastruktur energi yang tengah menjadi perhatian investor.

Ke depan, keberlanjutan tren kenaikan akan sangat ditentukan oleh realisasi strategi bisnis serta aksi korporasi berikutnya. Investor akan terus memantau perkembangan kinerja dan kebijakan manajemen setelah masuknya pemegang saham baru dengan kekuatan modal besar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index