PBNU

PBNU Gelar Harlah 100 Tahun NU Istora Senayan

PBNU Gelar Harlah 100 Tahun NU Istora Senayan
PBNU Gelar Harlah 100 Tahun NU Istora Senayan

JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama bersiap menggelar puncak peringatan Hari Lahir ke-100 NU yang akan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta Pusat. 

Momentum bersejarah ini dijadwalkan pada Sabtu, 31 Januari 2026, bertepatan dengan tanggal pendirian NU dalam kalender Masehi. Acara tersebut menjadi penanda satu abad perjalanan NU dalam kehidupan keagamaan, sosial, dan kebangsaan di Indonesia.

Ketua PBNU Rumadi Ahmad menyampaikan bahwa peringatan harlah kali ini dirancang sebagai ruang konsolidasi seluruh elemen NU. Selain menjadi refleksi sejarah panjang organisasi, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menegaskan kembali komitmen NU dalam menjaga persatuan bangsa dan membangun peradaban yang berkeadaban.

“Ya, kami akan memperingati harlah ke-100 NU dalam kalender Masehi di Istora Senayan, Jakarta pas di tanggal pendirian NU, yakni 31 Januari,” kata Rumadi Ahmad.

Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir Dan Beri Amanat

Puncak Harlah ke-100 NU akan dihadiri Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Kehadiran kepala negara tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian acara, mengingat peran strategis NU dalam sejarah dan pembangunan bangsa Indonesia.

Rumadi Ahmad mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah diundang secara resmi untuk hadir dan memberikan amanat kepada seluruh warga NU yang mengikuti kegiatan tersebut. Kehadiran Presiden diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu.

“Bapak Presiden Prabowo Subianto juga kami undang untuk memberikan amanat pada Harlah 100 tahun NU,” tutur dia.

Selain Presiden, jajaran pimpinan PBNU juga akan menyampaikan amanat kebangsaan. Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dijadwalkan memberikan arahan, sementara Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar akan menyampaikan taujihat kepada seluruh peserta. Kehadiran para tokoh tersebut menegaskan pentingnya momentum harlah sebagai ruang refleksi dan peneguhan visi organisasi.

Rangkaian Acara Diikuti Seluruh Elemen NU

Peringatan Harlah ke-100 NU akan dimulai sejak pagi hari, tepatnya pukul 06.00 WIB. Acara diawali dengan istighosah kubro, mahallul qiyam, serta doa bersama. Rangkaian pembuka ini menjadi simbol spiritualitas yang selalu menjadi fondasi utama gerakan NU sejak didirikan.

Setelah rangkaian doa, acara dilanjutkan dengan Rapat Akbar yang berlangsung pada pukul 08.00 hingga 09.00 WIB. Rumadi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut disebut Rapat Akbar karena melibatkan seluruh unsur struktural dan kultural NU dari berbagai tingkatan.

“Disebut Rapat Akbar karena diikuti oleh seluruh elemen NU, mulai dari mustasyar, syuriyah, a'wan, tanfidziyah di tingkat PBNU, hingga pengurus di PWNU dan PCNU, serta lembaga, badan otonom, dan badan khusus,” kata dia.

Selain agenda internal organisasi, PBNU juga menyisipkan kegiatan donasi untuk membantu penanganan bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Langkah ini mencerminkan komitmen NU untuk selalu hadir dan berperan aktif dalam isu-isu kemanusiaan dan kebangsaan.

Tema Peradaban Jadi Penegasan Visi NU

Peringatan satu abad NU tahun ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia.” Tema tersebut dipilih sebagai penegasan arah gerak NU dalam mengawal perjalanan bangsa Indonesia ke depan, sekaligus melanjutkan visi besar PBNU, yakni Merawat Jagat dan Membangun Peradaban.

Rumadi Ahmad menegaskan bahwa sejak awal pendiriannya, NU tidak hanya dimaksudkan sebagai organisasi keagamaan semata, tetapi juga sebagai jam’iyyah yang memiliki visi peradaban universal. Menurutnya, kontribusi NU tidak terbatas pada umat Islam atau bangsa Indonesia, melainkan juga bagi kemanusiaan secara luas.

“Jam'iyyah ini didirikan dengan visi untuk membangun peradaban. Itu berarti bukan hanya untuk bangsa Indonesia saja, bukan hanya untuk kaum mu'minin, tapi juga untuk seluruh umat manusia,” ujar dia.

Melalui peringatan Harlah ke-100 ini, PBNU berharap semangat kebangsaan, keagamaan, dan kemanusiaan yang menjadi nilai dasar NU dapat terus diperkuat. 

Momentum satu abad ini juga diharapkan menjadi titik tolak bagi NU untuk semakin berperan aktif dalam menjawab tantangan zaman, baik di tingkat nasional maupun global.

Dengan kehadiran Presiden, para tokoh nasional, serta seluruh elemen NU, puncak Harlah ke-100 di Istora Senayan diharapkan menjadi peristiwa bersejarah yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mempertegas peran NU dalam mengawal Indonesia menuju peradaban yang lebih mulia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index