Listrik

PLN Gratiskan Listrik untuk Huntara Korban Bencana Aceh

PLN Gratiskan Listrik untuk Huntara Korban Bencana Aceh
PLN Gratiskan Listrik untuk Huntara Korban Bencana Aceh

JAKARTA - Pemerintah bersama PT PLN (Persero) mengambil langkah besar dalam mendukung pemulihan pascabencana di Aceh, khususnya bagi korban bencana banjir dan longsor. 

Salah satu dukungan yang diberikan adalah penggratisan biaya listrik selama enam bulan untuk warga yang menempati hunian sementara (huntara). 

Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan bahwa para korban bencana dapat memperoleh fasilitas dasar yang memadai tanpa beban tambahan, khususnya dalam hal pemenuhan kebutuhan listrik yang esensial.

Dukungan PLN untuk Pemulihan Warga Aceh

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa kebijakan penggratisan listrik selama enam bulan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam. 

Keputusan ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar warga, yang membutuhkan listrik untuk kehidupan sehari-hari di huntara yang mereka tempati sementara waktu.

“Danantara membangun rumah hunian sementara, dan kami mendukung itu. Selama enam bulan, listrik di huntara kami gratiskan,” ujar Darmawan .

Kebijakan ini juga mencakup pembebasan biaya pemasangan instalasi listrik serta kWh meter, sehingga masyarakat tidak perlu lagi khawatir akan biaya listrik selama masa pemulihan ini.

Fasilitas Listrik dan Penerangan di Huntara

Selain penggratisan biaya listrik, PLN juga memberikan dukungan dengan menyediakan penerangan jalan umum (PJU) di kawasan huntara. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan serta keselamatan bagi para penghuni huntara, terutama pada malam hari. PLN turut memastikan bahwa fasilitas umum lainnya, seperti penerangan di area sekitar hunian sementara, juga akan disediakan.

Dengan adanya fasilitas listrik yang memadai, warga dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik. Mulai dari pencahayaan yang cukup untuk beraktivitas, hingga pemakaian listrik untuk keperluan lainnya seperti memasak, memanaskan air, atau mengoperasikan alat elektronik yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Kerja Sama Antara BPI Danantara dan PLN

Proyek huntara yang dibangun oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) telah memberikan dampak positif bagi masyarakat Aceh. Sejauh ini, sebanyak 600 unit huntara telah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. 

Huntara ini dibangun dengan mengutamakan standar kelayakan hunian darurat yang mencakup berbagai fasilitas penting seperti akses air bersih, sanitasi yang memadai, serta dukungan layanan kesehatan. 

Selain itu, desain hunian juga memperhatikan kebutuhan sosial masyarakat, dengan menyediakan ruang untuk aktivitas komunitas, taman bermain anak, hingga akses internet yang akan memudahkan kegiatan warga dalam menjalani kehidupan mereka.

Selain fasilitas kelistrikan, PLN juga berperan dalam penyediaan layanan pasang baru multiguna tanpa biaya. Hal ini memberi kemudahan bagi warga yang baru menempati huntara untuk mendapatkan pasokan listrik dengan cepat dan tanpa biaya pemasangan. 

Dengan adanya layanan ini, PLN turut memastikan bahwa warga yang terpaksa tinggal di hunian sementara tidak merasa terbebani dengan biaya tambahan selama proses pemulihan pascabencana.

Pembangunan Huntara dan Rencana Kedepan

Program pembangunan huntara di Aceh Tamiang ini merupakan bagian dari upaya pemulihan yang lebih besar. Pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 15.000 unit huntara dalam waktu tiga bulan ke depan, dengan Aceh Tamiang sebagai salah satu wilayah prioritas. 

Bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah ini telah menghancurkan banyak rumah dan infrastruktur, sehingga masyarakat yang terdampak harus segera mendapatkan tempat tinggal sementara yang layak.

Pembangunan huntara ini melibatkan beberapa BUMN sektor karya, seperti PT Hutama Karya (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI). 

Dengan kolaborasi ini, diharapkan proses pembangunan huntara bisa berjalan lebih cepat dan efisien. Selain itu, keberadaan fasilitas kelistrikan yang mendukung akan membuat proses pemulihan lebih mudah bagi masyarakat yang terimbas bencana.

Komitmen PLN dalam Mendukung Program Pemulihan Nasional

Kebijakan penggratisan biaya listrik selama enam bulan ini juga menunjukkan komitmen PLN dalam mendukung program prioritas nasional. PLN turut berperan dalam penanganan bencana dengan menyediakan listrik sebagai salah satu kebutuhan dasar masyarakat. 

Dengan adanya bantuan ini, masyarakat yang terdampak bencana dapat lebih fokus pada pemulihan kondisi mereka tanpa harus khawatir dengan biaya listrik selama periode kritis tersebut.

Program ini juga diharapkan dapat mengurangi beban hidup masyarakat yang tinggal di huntara, serta mempercepat proses pemulihan kondisi sosial dan ekonomi mereka. 

Selain itu, PLN juga berkomitmen untuk terus mendukung pemerintah dalam berbagai program pemulihan bencana, dengan memberikan layanan kelistrikan yang dapat diakses dengan mudah oleh seluruh warga yang membutuhkan.

Dengan kolaborasi antara BPI Danantara, PLN, dan berbagai pihak terkait lainnya, diharapkan masyarakat Aceh yang terdampak bencana dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan normal mereka. 

Proyek huntara ini merupakan langkah awal yang penting dalam mewujudkan harapan baru bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index