BBM

Kilang Balikpapan Produksi BBM Euro Lima Sorotan Dunia

Kilang Balikpapan Produksi BBM Euro Lima Sorotan Dunia
Kilang Balikpapan Produksi BBM Euro Lima Sorotan Dunia

JAKARTA - Peresmian kilang baru Pertamina di Balikpapan menjadi penanda penting dalam perjalanan industri energi nasional. 

Bukan sekadar proyek infrastruktur, kehadiran kilang ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam meningkatkan kualitas bahan bakar sekaligus memperkuat komitmen terhadap perlindungan lingkungan global. 

Produksi BBM setara Euro 5 dari dalam negeri dinilai sebagai langkah strategis yang membawa pesan kuat ke dunia internasional.

Kualitas bahan bakar yang lebih bersih selama ini menjadi tuntutan besar, terutama di tengah sorotan terhadap polusi udara dan emisi kendaraan bermotor. 

Dengan mulai beroperasinya kilang Balikpapan, Indonesia dinilai tidak lagi tertinggal dalam penerapan standar bahan bakar ramah lingkungan yang telah lebih dulu diterapkan negara-negara maju.

Standar BBM Bersih Dan Komitmen Iklim Nasional

Produksi BBM setara Euro 5 dari kilang Balikpapan sejalan dengan komitmen Indonesia dalam menjaga iklim global dan menurunkan emisi Gas Rumah Kaca. Pemerintah menargetkan penurunan emisi sebesar 29 persen secara mandiri dan hingga 41 persen dengan dukungan internasional pada 2030.

Pengamat otomotif Bebin Djuana menyambut baik capaian ini. Menurutnya, kemampuan Indonesia memproduksi BBM dengan standar Euro 5 menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengelolaan energi dan lingkungan.

“Mata dunia bisa melihat bahwa Indonesia sudah mampu memproduksi BBM setara standar Euro 5 sebagaimana Malaysia dan negara-negara maju lainnya,” ujar Bebin Djuana.

Ia menilai, penerapan BBM bersih akan mengubah persepsi lama yang kerap menyalahkan sektor otomotif sebagai penyumbang utama polusi udara. Dengan kualitas bahan bakar yang lebih baik, emisi kendaraan dapat ditekan secara signifikan.

“Euro 5 itu membuat mesin jadi bersih dan kualitas udara jadi lebih baik,” sambungnya.

Dampak Euro Lima Bagi Kendaraan Dan Kualitas Udara

Bebin mencontohkan penggunaan bahan bakar diesel Euro 5 pada armada taksi di Jerman. Meski telah menempuh jarak hingga 400.000 kilometer, mesin kendaraan tersebut tetap berada dalam kondisi bersih. Hal ini menunjukkan bahwa standar bahan bakar berperan besar dalam menjaga performa mesin sekaligus menekan emisi.

Menurutnya, sudah menjadi kewajiban pemerintah Indonesia untuk menyediakan bahan bakar yang ramah lingkungan bagi masyarakat. Penyediaan BBM berkualitas tinggi bukan hanya soal teknologi, tetapi juga bentuk perlindungan negara terhadap kesehatan publik.

Di sisi lain, dorongan untuk menggunakan BBM bersih sebenarnya telah muncul sejak lama. Ahmad, yang terlibat dalam isu kebijakan energi, menyebut bahwa pembahasan Refinery Development Master Plan atau RDMP telah dimulai sejak 2012.

“RDMP itu sudah sejak 2012 pembahasannya,” kata Ahmad.

Ia menambahkan bahwa semestinya penggunaan BBM setara Euro 4 sudah diterapkan sejak 2014, namun realisasinya mundur hingga 2016. Oleh karena itu, kehadiran BBM Euro 5 saat ini menjadi momen penting yang tidak boleh kembali tertunda.

Dorongan Kebijakan Dan Tanggung Jawab Negara

Lembaga yang dipimpin Ahmad terus mendorong peralihan penggunaan BBM bersih dengan menghentikan penjualan bahan bakar berkualitas rendah seperti Premium dan Solar, bahkan Pertalite, untuk digantikan dengan BBM yang lebih ramah lingkungan.

Ia berharap Presiden Prabowo Subianto dapat mewujudkan bukan hanya ketahanan energi nasional, tetapi juga produksi bahan bakar berkualitas tinggi setara Euro 5 yang lebih bersih dan rendah emisi.

“Semoga presiden serius dalam mewujudkan RDMP selama 3 tahun ke depan,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Puput ini menegaskan bahwa menyediakan udara bersih bagi masyarakat merupakan kewajiban negara. Hal tersebut sejalan dengan UUD 1945 Pasal 28H yang menjamin hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Menurutnya, pemerintah wajib menyusun kebijakan nasional dan daerah terkait perlindungan lingkungan, termasuk kualitas udara, dengan mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan.

“Sesuai amanah UU 32/2009,” ujarnya.

Kilang Balikpapan Dan Kedaulatan Energi Nasional

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto meresmikan mega proyek RDMP Balikpapan di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 12 Januari 2026. Dari sisi lingkungan, pengoperasian kilang ini menjadi langkah konkret Pertamina dalam mendukung komitmen menuju Net Zero Emission.

BBM standar Euro 5 mampu mereduksi emisi Nitrogen Oksida dan partikulat padat secara signifikan, dua polutan utama yang selama ini menjadi penyebab buruknya kualitas udara di kawasan perkotaan. Investasi pada teknologi kilang ramah lingkungan memastikan setiap liter bahan bakar yang diproduksi tidak hanya memiliki performa tinggi, tetapi juga meninggalkan jejak karbon yang lebih kecil.

Langkah ini menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara maju dalam hal standar kualitas bahan bakar dan perlindungan atmosfer. Lebih dari itu, optimalisasi kilang di Kalimantan turut memperkuat kedaulatan energi nasional.

Dengan memproduksi BBM berkualitas tinggi di dalam negeri, Pertamina dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar. Selain memperkuat ketahanan energi, proyek ini juga membuka lapangan kerja dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia lokal, khususnya di Kalimantan.

Kilang Balikpapan tidak hanya menjadi simbol kemajuan teknologi energi, tetapi juga bukti bahwa transisi menuju energi bersih dapat berjalan seiring dengan kepentingan ekonomi dan pembangunan nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index