Stargazer Dongkrak Penjualan Hyundai di Semester I/2026

Kamis, 09 Juli 2026 | 05:56:22 WIB
Tampilan Hyundai Stargazer. (Foto: NET)

JAKARTA — PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menyatakan bahwa mereka tetap mencatatkan performa penjualan yang positif sepanjang semester I/2026, meskipun daya beli masyarakat sedang mengalami penurunan. 

Dalam capaian tersebut, model Stargazer menjadi salah satu pilar utama penjualan.

Secara umum, pasar otomotif di Indonesia menunjukkan tren penguatan pada paruh pertama tahun ini. 

Peningkatan ini terlihat dari data pengiriman unit dari pabrik ke dealer (wholesales) maupun penjualan langsung ke konsumen (retail) yang lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Merujuk pada data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), volume wholesales nasional periode Januari-Juni 2026 menembus angka 436.564 unit, atau naik 15,9% secara tahunan (year-on-year) dari semester I/2025 yang tercatat sebesar 376.707 unit. 

Sementara itu, penjualan retail menyentuh 433.848 unit, tumbuh 10,5% dari capaian tahun sebelumnya yang berjumlah 392.778 unit.

Chief Operating Officer Hyundai Fransiscus Soerjopranoto mengungkapkan bahwa pergerakan pasar otomotif pada semester I/2026 dipengaruhi oleh beragam faktor, mulai dari situasi ekonomi, daya beli, hingga pergeseran selera konsumen. 

Namun, di tengah situasi tersebut, Hyundai tetap mampu tampil impresif berkat lini kendaraan di kategori SUV, MPV, dan mobil listrik mereka yang diterima dengan baik oleh masyarakat.

"Sepanjang Januari–Juni 2026, Stargazer menjadi salah satu kontributor utama penjualan Hyundai, didukung pula oleh performa Creta dan Santa Fe yang terus mendapat respons positif dari konsumen di masing-masing segmennya," ujar Frans, Rabu (8/7/2026).

Menatap semester II/2026, pihak Hyundai melihat potensi pertumbuhan masih terbuka lebar, sekalipun persaingan dan dinamika ekonomi akan semakin menantang. 

Oleh sebab itu, perusahaan berkomitmen untuk fokus menyediakan produk dan layanan yang relevan bagi konsumen, serta meningkatkan kepuasan kepemilikan kendaraan melalui program purnajual.

"Kami juga akan terus mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia agar dapat memberikan nilai tambah bagi konsumen dalam jangka panjang," jelasnya.

Untuk mengeksekusi strategi tersebut, Hyundai bersiap memperbanyak pilihan produk mereka dengan merilis model baru bermesin konvensional (internal combustion engine/ICE), teknologi hybrid (HEV), hingga kendaraan listrik berbasis baterai (BEV). 

Pabrikan ini juga dirumorkan sedang menggarap mobil listrik berkapasitas 7 penumpang untuk diproduksi lokal, di samping rencana mendatangkan lini Ioniq 3.

Kendati demikian, tantangan makroekonomi masih membayangi industri otomotif hingga penghujung tahun. Nilai tukar rupiah yang melemah di level Rp17.900 per dolar AS berisiko mendongkrak ongkos produksi. 

Ditambah lagi, kebijakan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 5,75% berpotensi menahan laju permintaan akibat kenaikan bunga kredit kendaraan.

Terkini